Selasa, 08 Desember 2009

OBJEK PENDIDIKAN

Suatu Kajian Metode Tafsir Maudu'i

Oleh:
Nono Warsono


1. Pendahuluan
Islam memandang perlu dan bahkan teramat penting pada urusan pendidikan, terutama pendidikan Islam. Agama (Islam) itu adalah nasehat bagi peningkatan iman kepada Allah, kitab-Nya, dan Rasul-Nya, bagi pemimpin umat Islam dan seluruh kaum muslimin. Sebagaimana dialog yang terjadi antara Rasulullah SAW dan Abi Tamim bin Aus adDaari ra. Beliau bersabda:

الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ قلنا لمن ؟ قال : ِللهِ وِلِرَسُوْلِهِ وَلِلأَئِمَّةِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَعَامَّتِهِمْ.

"Agama itu adalah Nasehat. Kami bertanya : untuk siapa ? Beliau menjawab : untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin umat Islam, dan bagi seluruh kaum muslim”.
Kita tahu bahwa Islam adalah bukan agama munfarid/individual, dimana kita khusyu' beribadah, mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan sebaik-baiknya, sementara orang-orang di sekeliling kita asyik dengan kemaksiatan dan ketidaktahuan terhadap agama yang dianutnya. Akan tetapi Islam adalah agama social/kolektif, dimana ketaatan kita dapat diukur dengan kepedulian kita terhadap orang lain. Bahkan Rasululullah SAW dalam sebuah hadits mengultimatum muslim yang tidak peduli dengan muslim lainnya dalam urusan agama.

مَنْ لَمْ يَهْتَمَّ بِأُمُوْرِ الْمُسْلِمِيْنَ فَلَبيْسَ مِنْهُمْ (الحديث)

"Barangsiapa yang tidak peduli dengan urusan kaum muslimin, maka ia bukanlah bagian dari mereka."
Dalam hadits lain Rasulullah SAW bersabda :

مَنْ أصْبَحَ وَالدُّنْياَ أَكْبَرُ هَمُّهُ فَلَيْسَ مِنَ اللهِ فِيْ شَيْءٍ وَمَنْ لَمْ يَتَّقِ اللهَ فَلَيْسَ مِنَ اللهِ فِيْ شَيْءٍ وَمَنْ لَمْ يَهْتَمَّ لِلْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً فَلَيْسَ مِنْهُمْ. (رواه الحاكم فى المستدرك )

"Barangsiapa yang di waktu pagi menaruh perhatian lebih besar terhadap dunia, maka bukanlah bagian dari Allah dalam suatu hal, barangsiapa yang tidak bertaqwa kepada Allah, maka bukanlah bagian dari Allah dalam suatu hal, dan barangsiapa yang tidak peduli/menaruh perhatian bagi kaum muslimin secara umum, maka bukanlah bagian dari mereka."

Maka kiranya kaum muslimin, baik anggota keluarga maupun masyarakat, perlu diajak dan diberi pendidikan Islam. Sebab senyatanya bahwa semua pendidikan hakekatnya adalah pendidikan Islam, semua pelajaran adalah hakekatnya pelajaran Islam. Tidak satupun pendidikan dan pelajaran—IPA, IPS, Matematika, Moral, Budi pekerti, Bahasa, Filsafat, dll—yang tidak bersentuhan dengan ajaran Islam. Bahkan Al Quran sendiri adalah kitab peringatan bagi seluruh alam (jin dan manusia).

تَبَارَكَ الَّذِيْ نَزَّلَ اْلفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُوْنَ لِلْعَالَمِيْنَ نَذِيْرًا.
"Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (maksudnya jin dan manusia)" (QS [25] Al Furqan:1).
إِنْ هُوَ إِلاَّ ذِكْرٌ لِلْعَالَمِيْنَ.
"Al Quran ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam." (QS [38] Shad : 87)

Hanya saja kita tidak mungkin menjadikan jin sebagai objek pendidikan Islam. Dengan kata lain objek pendidikan itu sangat luas mencakup semua manusia, baik keluarga ataupun masyarakat, muslim ataupun non-muslim, laki-laki ataupun perempuan, kecuali jin. Itulah yang dalam Al Quran disebut "peringatan bagi seluruh alam" atau "peringatan bagi alam semesta". Alam selain manusia dan jin tidak dapat diberi peringatan, lebih khusus lagi tidak dapat di beri pendidikan. Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang kongkrit yang paling sempurna akal dan penalarannya, sehingga tidak mungkin makhluk lain yang tidak memiliki penalaran yang baik, akan menerima Islamic teaching (ajaran Islam), yang harus menjalankan syariat dan menunaikan amanat Allah sebagai khalifah fil ardl.

Dasar pemikiran bahwa manusia sanggup menerima pelajaran dan pendidikan adalah anggapan bahwa : (1) secara fitrah semua manusia beragama tauhid sehingga pendidikan Islam akan bersenyawa dengan fitrahnya, (2) manusia adalah secara dhohir memiliki bentuk yang paling sempurna, begitu juga rasio/pemikiran, akal dan daya nalar yang tidak dimiliki makhluk lainnya, (3) manusia adalah makhluk yang dihiasi dengan nafsu, sehingga motivasi yang benar dan baik akan membimbingnya mampu menggapai tujuan hidupnya.

Manusia yang akan menjadi objek pendidikan, dalam Al Quran digolongkan menjadi dua, yakni : (1) golongan positif (Muslimin, mu'minin, muttaqin), dan (2) golongan negatif (Munafiqin, Fasiqin, Murtadin, Kafirin, dan bahkan Musyrikin). Tujuan objek yang pertama adalah untuk peningkatan posisinya dan derajatnya di sisi Allah dengan tidak melakukan maksiat/pendurhakaan. Sedangkan tujuan objek kedua adalah sebagai peringatan, penyadaran, dan pertaubatan kepada Allah karena mereka nyata-nyata bersikap acuh tak acuh terhadap seruan Allah dan menjadi kaum pendosa.

2. Peserta Didik dan Etika Pembelajaran
Pengajaran dan pendidikan umum maupun urusan agama perlu memperhatikan etika penyampaian. Perlu diketahui bahwa manusia, ketika dilibatkan sebagai peserta didik atau objek dalam hal pendidikan, mempunyai penilaian bathin tersendiri yang terkadang sulit diterka sebelumnya oleh para pengajar dan pendidik. Sehingga kearifan, kebijaksanaan, dan kecerdasan dalam memilah dan memilih metode sangat dibutuhkan.

Allah SWT, dalam QS An Nahl : 125, menjelaskan tentang etika berda'wah :
ادْعُ إِلَى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَاْلمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ أَحْسَنُج إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهِ صلى وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ.
"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS [16] An Nahl: 125)

Maksudnya adalah bahwa kata "ud'u" yang berarti serulah, dalam konteks pendidikan berarti ajarilah atau didiklah manusia—sebagai peserta didiknya—dengan menggunakan cara-cara/metode yang sangat memperhatikan etika tabligh. Menurut dhohir ayat di atas ialah dengan mempergunakan dua cara etika, yakni : (1) hikmah, yaitu perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang hak dengan yang bathil, dan (2) pelajaran yang baik, yang sangat berguna dalam hidup dan kehidupannya, baik di dunia maupun di akhirat.

Imam Jalalain (Jalaludin Muhammad bin Ahmad alMahla dan Jalaludin Abdurrahman bin Abi Bakr asSuyuthi) menafsirkan ayat di atas dengan risalah sebagai berikut:
(ادع) الناس يا محمد (إلى سبيل ربك) دينه (بالحكمة) بالقرآن (والموعظة الحسنة) مواعظه أو القول الرقيق (وجادلهم بالتي) أي المجادلة التي (هي أحسن) الدعاء إلى الله بآياته والدعاء إلى حُجَجِه (إن ربك هو أعلم) أي عالم (بمن ضل عن سبيله وهو أعلم بالمهتدين) فيجازيهم...

"Serulah/ajarilah manusia, wahai Muhammad, menuju jalan Tuhannu, yakni agamaNya dengan hikmah, yakni dengan Al Quran, dan dengan pelajaran yang baik, yaitu pelajarannya atau ucapan yang halus. Dan bantahlah mereka dengan bantahan yang lebih baik, yakni seruan atau permohonan kepada Allah dengan ayat-ayatNya dan seruan kepada hujjah/buktinya. Sesungguhnya Rob-mu Maha Mengetahui terhadap orang-orang yang sesat dari jalanNya, dan mengetahui terhadap orang-orang yang beroleh petunjuk, dan membalasnya…"

Pada ayat lain, Allah jelaskan etika pembelajaran itu dengan firmanNya:
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّهِ لِنتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنتَ فَظّاً غَلِيظَ الْقَلْبِ لاَنفَضُّواْ مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّهِ إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ [آل عمران : 159[
"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya." (QS [3] Ali Imran : 159).

Ayat ini memberi pengertian pendidikan seyogyanya dilakukan dengan cara yang lemah lembut, tidak harus tepat seperti yang kita (pendidik) mau. Ini karena latar belakang peserta didik yang berbeda, yang heterogen, baik daya kecerdasannya, hereditasnya, maupun stimulant motivasinya. Semua ini sangat mempengaruhi pribadinya. Oleh karena itu dibutuhkan sikap lemah lembut, penuh dedikasi dan kharismatik sebagai pendidik. Kalau tidak, para peserta didik akan lari meninggalkan bangku pendidikan. Yang pada akhirnya kita (para pendidik) akan kehilangan tujuannya, dan sasaran tidak akan tercapai. Dengan kata lain da'wah menjadi gagal.
Karena seorang pendidik adalah agen pembelajaran, berada di garis depan, berhadapan langsung dengan peserta didik, maka di samping suri tauladannya dengan sikap, ia juga harus memperhatikan gaya bicara dalam proses pembelajaran. Etika berbicara yang baik atau buruk akan didengar langsung oleh peserta didik.

وَقُلْ لِعِبَادِي يَقُوْلُوْا الَّتِيْ هِيَ أَحْسَنُج إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْج إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلإِنْسَانِ عَدُوًّا مُبِيْنًا.
"Dan Katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia." (QS [17] Al Isra: 53)

Tentu saja cara bicara yang mengindahkan norma (baik/buruk) akan berimbas kepada etika para peserta didiknya. Keteladanan para pengajar dan pendidik akan dijadikan cermin kehidupan mereka. Singkatnya, apa saja etika yang diterapkan para pendidik, baik prilaku, sikap, dan ucapan, sedikit atau banyak akan ditiru dan dijadikan pola dalam hidup mereka kelak. Oleh karena itu, etika akhlak yang baik dari para guru/pendidik mutlak dibutuhkan. Bukankah sebaik-baik manusia adalah yang lebih baik akhlaknya?
إِنَّ مِنْ خِيَارِكُمْ أَحْسَنُكُمْ أَخْلاَقًا.
"Sesungguhnya yang lebih baik diantara kamu adalah yang lebih baik akhlaknya". Demikian sabda Rasulullah SAW dalam kitab Mushannif Ibnu Abi Syaibah yang diterima dari Abdullah bin Amru.

Sebenarnya bukanlah pendidikan Islam jika tidak menggunakan etika, karena Islam sangat mengedepankan etika dan akhlak. Sebagaimana kita ketahui bahwa Nabi Muhammad SAW diutus untuk menyempurnakan akhlah manusia. Itulah, secara historis, awal perlunya diadakan pendidikan Islam. Sehingga diharapkan lahir generasi yang tahu akan akhlak, baik akhlak terhadap Allah, Rasul, sesama manusia, yang lebih tua, bahkan kepada makhluak Allah lainnya.

3. Klasifikasi Peserta Didik
Peserta didik yang merupakan objek pendidikan dan perlu menerima ajaran dan didikan Islam, sebagai mana disebutkan di atas, adalah mencakup semua orang di lapisan masyarakat, mulai dari lingkungan terdekat (keluarga) sampai ke yang terjauh (masyarakat luas), baik dilaksanakan secara formal (di sekolah/madrasah), maupun informal (di lingkungan rumah tangga), bahkan non-formal (kursus dan LPK).

a. Keluarga
Keluarga merupakan wilayah terkecil dimana anggotanya menjadi sasaran pendidikan yang sangat efektif dan efisien. Pendidikan agama ditanamkan pada semua anggota keluarga. Dalam hal ini orang tua diharapkan menjadi pendidik yang baik bagi anak-anaknya. Ayah—sebagai kepala keluarga—menjadi manajer utama dalam pendidikan bagi ibu dan anaknya. Harapan utama dari semua itu adalah menjadi keluarga yang bahagia dan selamat dunia akhirat. Allah berfirman :

يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا قُوْا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيْكُمْ نَارًا. وَقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ. عَلَيْهَا مَلاَئِكَةٌ غِلاَظٌ شِدَادٌ لاَ يَعْصُوْنَ اللهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ.

"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (QS At Tahrim: 6)
Ayat di atas termasuk ayat Madaniyyah (diturunkan di Madinah). Situasinya tidak dalam keadaan perang dengan kaum kafir Quraisy, sehingga ayat-ayat yang serumpun dengan ayat di atas sangat tepat terkait dengan keluarga.
Mujahid berkata mengenai ayat di atas :

قوا أنفسكم أوصوا أهليكم بتقوى الله وأدبوهم

"Jagalah dirimu dan berilah wasiat-wasiat taqwa kepada ahlimu (keluargamu) dan didiklah mereka". Abdur Rozaq, sebagaimana diterima dari Mu'ammar dari Qatadah, berkata:

مروهم بطاعة الله وانهوهم عن معصيته

"(Menjaga keluarga itu adalah dengan cara) suruhlah mereka agar ta'at kepada Allah dan cegahlah mereka dari berbuat maksiat kepadaNya". Hal senada disampaikan oleh Sa'id bin Manshur dari Al Hasan. Sementara Al Hakim meriwayatkan dari jalan Rabi'i dari Ali tentang ayat "Quu anfusakum wa ahliikum naaron", dengan berkata:
علِّموا أهليكم خيرا (ajarilah keluargamu dengan pengajaran yang baik-baik)
Misalnya, memberi contoh, mengajari dan menyuruh anggota keluarga untuk mengerjakan dan mendirikan sholat dari pada orang tua sibuk ibadah dengan khusyu' sementara keluarga tidak pernah diperhatikan. Seperti yang disampaikan Imam Malik. Beliau asyik beribadah bersama Rasulullah SAW. Ketika Rasul mengetahui bahwa imam Malik mempunyai keluarga, maka Rasul bersabda:

ارْجِعُوْا إِلَى أَهْلِيْكُمْ، فَأَقِيْمُوْا فِيْهِمْ وَعَلِّمُوْهُمْ وَمُرُوْهُمْ).

"Kembalilah kepada keluargamu. Dirikanlah sholat bersama mereka. Ajari dan perintahlah mereka untuk mendirikannya" (HR Bukhari). Dalam hal orang tua mengalami keterbatasan, baik kemampuan dan pengetahuan pendidikan maupun kesempatan/waktunya, mereka tetap berkewajiban melakukan dan memberikan pendidikan itu dengan menitipkannya ke lembaga-lembaga pendidikan.
Jika hal ini tidak dilakukan oleh orang tua, dihawatirkan akan menjadi penyebab masuk ke neraka, karena keluarga ini berubah menjadi pembangkang dan pendurhaka kepada Allah SWT.

Berikut ini adalah wasiat-wasiat pendidikan yang diberikan orang tua kepada anaknya sebagaimana dikisahkan dalam Al Quran:

1. Wasiat agar memeluk agama Islam. (QS Al Baqarah: 132)

وَوَصَّى بِهَا إبْرَاهِيْمُ بَنِيْهِ وَيَعْقُوْبُ يَابَنِيَّ إنَّ اللهَ اصْطَفَى لَكُمُ الدِّيْنَ فَلاَتَمُوْتُنَّ إلاَّ وَأنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
"Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata): 'Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam."

2. Wasiat konfirmasi Tuhan yang disembah. (QS Al Baqarah: 133)

أمْ كُنْتُمْ شُهَدَاءَ إذْ حَضَرَ يَعْقُوْبَ الْمَوْتُ إذْ قَالَ لِبَنِيْهِ مَا تَعْبُدُوْنَ مِنْ بَعْدِيْ قَالُوْا نَعْبُدُ إلَهَكَ وَإلَهَ ءَابَائِكَ إبْرَاهِيْمَ وَإسْمَاعِيْلَ وَإسْحَاقَ إلَهًا وَاحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُوْن.
"Adakah kamu hadir ketika Ya'qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab: "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya".

3. Wasiat supaya tidak mensekutukan Allah. (QS Luqman: 13)

وَإذْ قَالَ لُقْمَانُ ِلابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَابُنَيَّ لاَتُشْرِكْ بِاللهِ إنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ
"Dan (Ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah. Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".
Dan wasiat-wasiat yang lain yang baik yang bersifat mendidik. Ingat sebaik-baik wasiat adalah wasiat taqwa.

Bagian dari keluarga adalah kerabat. Dalam kamus Bahasa Arab-Indonesia Al Munnawir, kerabat (alqoroobatu) adalah sanak keluarga. Dalam Kamus besar Bahasa Indonesia berarti dekat (pertalian keluarga), mempunyai hubungan keluarga. Ini pun objek pendidikan yang mudah dijumpai dan dihadapi karena hubungannya yang dekat dalam keluarga. Sebagai peserta didik, mereka tidak akan banyak menentang. Allah berfirman dalam (QS [26] Al Syu'ara: 214):

وَأنْذِرْ عَشِيْرَتَكَ اْلأَقْرَبِيْنَ.

"Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat"
Dari penjelasan di atas, menurut DR. H.Atabik Luthfi, MA, pengertian keluarga terbagi menjadi 3 (tiga) bagian, yaitu:

a. ahli – keluarga inti yang terdiri dari ayah, ibu dan anak. Golongan ini yang pendidikannya menjadi tanggung jawab penuh dan akan diminta pertanggungjawabannya kelak di akhirat. Ini pula yang harus dijaga dari masuk neraka.
b. usrah/'ailah – keluarga inti dan orang-orang yang memiliki hubungan pertalian darah yang lebih luas, misalnya kakek/nenek, cucu, paman dan bibi. Golongan ini tidak dituntut untuk dijaga dari api neraka. Nemun demikian pendidikannya menjadi bagian keluarga kita, meskipun tidak menjadi tanggung jawab penuh.
c. 'asyirah – keluarga besar yang terdiri dari ahli, usrah dan orang-orang yang dekat dengan hubungan keluarga, misalnya mertua, menantu, ipar, anak angkat, anak tiri, besan, buyut, dan bahkan pembantu.

b. Masyarakat

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW pernah bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ (الحديث)

"Sebaik-baik diantara kamu adalah yang belajar Al Quran dan kemudian mengajarkannya". Makna implicit dari hadits tersebut adalah bahwa kebaikan terbesar tidak hanya terdapat karena orang menuntut ilmu, tetapi juga mengajarkan ilmu yang diperoleh itu kepada masyarakat luas/umat. Ini dapat kita pahami bahwa peserta didik dalam jumlah banyak, yakni masyarakat, yang menerima didikan ilmu, akan pula mengajarkannya kepada masyarakat lain secara luas, yang pada akhirnya kebaikan dan taqwa, rasa takut terhadap perbuatan dosa dan siksa akan muncul dimana-mana. Sehingga pantas kalau Allah mensetarakan orang yang mau menuntut ilmu dengan tujuan hendak menyampaikannya kepada orang lain sejajar dengan orang yang ber-jihad fi sabilillah.

وَمَاكَانَ الْمُؤْمِنُوْنَ لِيَنْفِرُوْا كَافَّةً فَلَوْلاَ نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوْا فِى الدِّيْنِ وَلِيُنْذِرُوْا قَوْمَهُمْ إذَا رَجَعُوْا إلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُوْنَ.

"Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya." (QS [9] Al Taubah: 122).
Karena ayat (122) pada surat Al taubah ini merujuk pada kata-kata "liyundziruu qaumahum”, maka ia dijadikan dasar acuan bagi pendidikan formal, termasuk di Indonesia.
Demikian pula Rasulullah SAW memberi anjuran kepada utusan Abdul Qais, yaitu Malik bin Huwairits dkk, untuk menjaga imannya dan ilmu pengetahuan agar bermanfaat bagi orang lain. Beliau bersabda:

ارْجِعُوْا إِلَى أَهْلِيْكُمْ فَعَلِّمُوْا هُمْ.

"Kembalilah kepada kaum kalian dan ajarilah mereka".

4. Sifat Peserta Didik Menurut Al Quran

Peserta didik dalam menerima pengajaran dan pendidikan Islam baik dari orang tua, kerabat tua, guru/ustadz maupun kiyainya berbeda-beda sifat sikapnya. Hal ini hamper sama dengan sifat dasar manusia pada umumnya. Dalam Al Quran disebut tidak kurang dari 5 (lima) kali/ayat, yakni:

a. QS [17] Al Isra :11, bahwa manusia bersifat tergesa-gesa

وَكَانَ اْلإِنْسَانُ عَجُوْلاً.
"dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa."

b. QS [70] Al Ma'arij :20, bersifat keluh kesah.

إنَّ اْلإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوْعًا.
"Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir."

Hampir sebahagian dari peserta didik memiliki sifat-sifat ini. Kurangnya persiapan dalam belajar menjadi fenomena yang patut disayangkan. Mereka semestinya memiliki kesabaran dalam menekuni ajaran dan didikan, yang memang memerlukan waktu yang cukup untuk menjadi pribadi yang cakap dan diharapkan. Oleh karena itu para pengajar dan pendidik perlu memikirkan untuk memilih waktu yang tepat bagi para peserta didik untuk bisa berkonsentrasi dengan baik. Sebab kalau tidak mereka akan merasa bosan, mengeluh dan akhirnya malas. Demikian pula halnya Rasulullah SAW dalam memberikan nasehat, seperti yang diceritakan oleh Ibnu Mas'ud:

كان النبيّ صلعم يَتَخَوَّلُنا بالموْعِظَةِ فِي اْلأيَّامِ كَرَاهَةَ السَّآمَّةِ عَلَينا

"Adalah Nabi SAW selalu memilih waktu yang tepat bagi kami untuk memberikan nasihat, karena beliau takut kami akan merasa bosan."

c. QS [18] Al Kahfi :54, bahwa manusia suka membantah

وَلَقَدْ صَرَّفْنَا فِيْ هَذَا الْقُرْآنِ لِلنَّاسِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍج وَكَانَ اْلإِنْسَانُ أَكْثَرَ شَيْءٍ جَدَلاً.
"Dan Sesungguhnya kami Telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al Quran ini bermacam-macam perumpamaan. dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah."

Tidak sedikit peserta didik yang memiliki sifat ini. Sekiranya para guru/pendidik tidak bersabar dalam hal ini, pastilah mereka (peserta didik) termasuk orang yang mengalami kerugian yang besar. Para guru/ustadz perlu mencari terobosan metode pemberian pelajaran/pendidikan/nasehat yang arif dan cerdas, sedemikian hingga peserta didik merasa dihormati dan tidak disepelekan meski mereka suka membantah segala yang disampaikan. Sehingga sifat mereka yang semula oleh Allah disebut "aktsara syai-in jadalan", diharapkan mereka akan bersifat " aktsara syai-in jumaalan" yakni segala sifat yang dimilikinya adalah bagus.

d. QS [90] Al Balad: 4, bersifat susah payah

لَقَدْ خَلَقْنَا اْلإِنْسَانَ فِيْ كَبَدٍ.
"Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia berada dalam susah payah."
Karena peserta didik memiliki sifat susah payah dalam memahami nasehat, maka para guru/pendidik hendaknya mempermudah dengan penjelasan-penjelasan yang diperlukan. "berilah kemudahan dan jangan kalian persulit, berilah berita gembira dan jangan kalian menakut-nakuti", demikian sabda Nabi yang disampaikan oleh Anas bin malik.
يَسِّّرُوْا وَلاَ تُعَسِّّرُوْا وَبَشِّّّرُوْا وَلاَ تُنَفِّّرُوْا.

e. QS [4] An Nisa: 28, bersifat lemah

يُرِيْدُ اللهُ أَنْ يُخَفِّفَ عَنْكُمْ ج وَخُلِقَ اْلإِنْسَانُ ضَعِيْفًا.

"Allah hendak memberikan keringanan kepadamu dan manusia dijadikan bersifat lemah."
Dalam konteks pendidikan, pun para peserta didik ada yang bersifat lemah, terutama dalam hal pengetahuan, pemahaman, dan aplikasi. Namun demikian dengan menjadikan mereka sebagai sasaran pendidikan, dengan metoda yang dipilih sesuai dengan karakteristik peserta didik itu, yakni student centered, mereka akan mampu mengubah dirinya menjadi kuat dalam ilmu pengetahuan dan akhlak budi pekerti. "Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, hingga kaum itu mengubah nasib yang ada pada dirinya" (QS Ar Ra'du: 11).

Ayat-ayat di atas hanya mengungkapkan sifat-sifat negatif dari peserta didik karena memang Al Quran lebih banyak mengukapkan sifat-sifat negative dari pada sifat-sifat positifnya. Hal ini dimaksudkan agar manusia menyadari akan kelemahannya dan berupaya untuk memperbaikinya .
Dengan memperhatikan sifat-sifat peserta didik di atas, begitu juga sifat-sifat yang lain yang terkait, baik keluarga dekat maupun masyarakat luas, maka diperlukan kesabaran pendidik, antisipasi dini, motivasi tepat sasaran, dan metode cerdas dalam kegiatan. Peserta didik yang tidak tersentuh oleh upaya-upaya positif guru/pendidik dalam niatan perbaikan pendidikan Islam, akan berakibat pada gagalnya hakekat da'wah Islamiyah itu sendiri pada jenjang pendidikan.

5. Penutup

Tabligh (penyampaian) pendidikan, baik ilmu pengetahuan maupun akhlak, baik pendidikan umum maupun Islami, merupakan tanggung jawab semua pihak, dalam skup yang terkecil (keluarga) ia adalah tanggung jawab orang tua. Sementara pada skup yang luas, tanggung jawab ada pada orang tua, masyarakat, dan pemerintah. Orang tua terlibat dalam tanggung jawab pendidikan dalam skup yang lebih luas karena sesunggunhnya ia merupakan unsur dalam susunan keluarga-keluarga yang ada di masyarakat.
Keluarga dan masyarakat perlu dididik dengan pendidikan agama agar tercipta kehidupan "baldatun thoyyibatun wa robbun ghofuur" (negeri yang baik yang penuh dengan ampunan Tuhan, yakni Tuhan tidak hendak mengadzab kaum secara kaafah dan merata), sebab kebenaran dari Allah yang sampai kepada kita harus pula diteruskan sampai kepada mereka agar tidak lantas menjadi kafir kepada Allah karenanya. Allah berfirman: "Wahai manusia, Sesungguhnya Telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, Maka berimanlah kamu, itulah yang lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikitpun). Karena Sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah. Dan adalah Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana". (QS [4] An Nisa: 170)
Dalam keluarga, anak adalah amanat yang harus dijada dipelihara dan dididik, agar kelak tidak menjadi fitnah (cobaan). Tinggal apakah kita mampu menghadapinya atau tidak.

وَاعْلَمُوْا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلاَدُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيْمٌ.

"Dan Ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar." (QS [8] Al Anfal : 28). Ayat lain yang senada dengan itu terdapat dalam (QS [64] Al Taghabun: 15).
Akhirnya, mudah-mudahan makalah ini menjadi inspirasi bagi yang membacanya untuk mengenal lebih jauh tentang apa, siapa, dan bagaimana memperlakukan objek pendidikan, yakni para peserta didik, agar pendidikan Islam kembali bergairah dalam menyongsong hidup yang lebih baik.
000

Daftar Bacaan

Amiruddin. 2003. Terjemah Fathul Baari-Syarah Shahih Bukhari Ibnu Hajar. Jakarta: Pustaka Azzam.
Depag RI. 2000.Al Quran dan Terjemahannya, Edisi Baru. Surabaya: CV Karya Utama
Ghazi, Samer. 2004. Quran 3.0--quran.vb-pro.net
Hadhiri, Choiruddin. 1995. Klasifikasi Kandungan Al Quran. Jakarta: Gema Insani Press
Sunarto, Achmad. 1999. Terjemah Riyadhus Shalihin An-Nawawi Jilid 1. Jakarta: Pustaka Amani.
----. 2002-2003. Mawsoaat Hadeeth-- IslamSpirit.com:Ada99

KAJIAN TENTANG ETIKA DITINJAU DARI SUDUT PANDANG ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI, DAN AKSIOLOGI

Oleh:
Nono Warsono*

1. Pendahuluan

Ketika hidup dijalani, seorang manusia tidak akan terlepas dari keterikatan
hubungan dengan manusia lainnya. Hal ini dapat dipahami karena ia adalah makhluk sosial. Tidak satupun yang merasa dan siap menghadapi kenyataan hidup seorang diri di tengah keramaian dan hiruk pikuknya dunia ini tanpa bantuan orang lain. Bahkan Islam mengajarkan akan pentingya hablun min Allah dan hablun min al naas (hubungan dengan Allah dan hubungan dengan sesama manusia) dan shilah al rahim (hubungan kasih sayang), sehingga tercipta kehidupan yang ideal dan harmonis.
Namun, aktivitas yang dilakukan manusia dalam interaksi sosial itu tidak akan pernah lepas dan selalu bersinggungan dengan nilai-nilai, baik yang tertulis maupun tidak. Sehingga disadari ataupun tidak, dalam menjalani aktivitas hidupnya, selalu dilandaskan pada nilai-nilai dalam lingkup dirinya, orang lain dan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demikian pesat pun seyogyanya tidak terlepas dari nilai-nilai sebagai pengontrol/pengendali, agar tidak terjerembab ke dalam keangkaramurkaan dan nafsu serakah yang pada akhirnya akan menghancurkan dunia dan peradaban manusia itu sendiri. Iptek yang disenyawakan dengan nilai-nilai atau etika ilmiah niscaya akan membuahkan produk yang bermanfaat tanpa harus bermasalah dengan tatanan peradaban umat manusia.
Pembahasan yang terkait dengan konsep nilai, sebanarnya merupakan kajian yang sangat erat secara substansial dengan persoalan etika. Kajian dalam persoalan ini biasanya mempertanyakan "apakah baik atau buruk", atau "bagaimana mestinya berbuat baik sehingga tujuan dapat dicapai dan bernilai". Menyikapi hal tersebut, dalam pembahasan makalah ini, akan dipaparkan tentang apa pengertian dan kajian etika ditinjau dari sudut pandang ontologi, epistemologi, dan aksiologi.

2. Nilai, Etika, dan Filsafat

a. Nilai

Nilai diartikan sebagai suatu keyakinan/kepercayaan yang berkaitan dengan cara bertingkah laku untuk mencapai tujuan akhir yang diinginkan oleh manusia dan digunakan sebagai prinsip atau standar dalam hidupnya. Definisi tersebut adalah seperti yang disarikan dari pendapat para ahli ilmu pengetahuan yang tertarik dengan tingkah laku manusia dan konsep nilai.
Beberapa diantaranya adalah:
"Value is an enduring belief that a specific mode of conduct or end-state of existence is personally or socially preferable to an opposite or converse mode of conduct or end-state of existence." (Rokeach, 1973)
"Value is a general beliefs about desirable or undesirable ways of behaving and about desirable or undesirable goals or end-states". (Feather, 1994)
"Value is desirable transsituational goal, varying in importance, that serve as guiding principles in the life of a person or other social entity". (Schwartz, 1994)
Schwartz (1994)
menambahkan bahwa pemahaman tentang nilai tidak terlepas dari pemahaman tentang bagaimana nilai itu terbentuk. Dalam membentuk tipologi dari nilai-nilai, ia mengemukakan teori bahwa nilai berasal dari tuntutan manusia yang universal sifatnya yang direfleksikan dalam kebutuhan organisme, motif sosial (interaksi), dan tuntutan institusi sosial.

Sekarang jika diperhatikan, sebenarnya kehidupan memaksa kita untuk mengadakan pilihan, mengukur sesuatu dari segi lebih baik atau lebih buruk dan untuk memberi formulasi tentang ukuran nilai. Kita memuji atau mencela, mengatakan bahwa suatu tindakan itu benar atau salah. Setiap individu mempunyai perasaan tentang nilai, sehingga setiap gerak langkah dan prilakunya harus dipertimbangkan apakah harus atau tidak perlu mempunyai ukuran, keyakinan, kesetiaan atau idealisme sebagai dasar untuk mengatur kehidupan. Begitu juga apakah ukuran-ukuran itu konsisten atau tidak, harus mengembangkan kehidupan atau merusaknya.

Kita sadar betul bahwa menganggap sepi dari peran nilai berarti mempunyai gambaran yang keliru tentang manusia dan alamnya. Karena meskipun beberapa ilmuwan Barat menganggap pengetahuan yang dikembangkannya tidak tidak harus bersinggungan dengan nilai, seperti yang dikemukakan sekelompok ilmuwan bahwa filsafat dan ilmu bebas nilai (value free), namun ternyata ada beberapa cabang pengetahuan yang terkait dengan masalah nilai, misalnya ekonomi, etika, estetika, filsafat agama dan epistemology kebenaran. Semua ini pasti membutuhkan kaidah nilai. Meski demikian, bukan berarti cabang ilmu lainnya sama sekali tidak perlu berkaitan dengan nilai-nilai, sebab apapun disiplin dan cabang ilmunya, jika system dan proses konstruksinya terlepas dari kaidah nilai, maka dipastikan atau setidaknya dimungkinkan akan berdampak pada hilangnya nilai substantifnya. Dengan kata lain hal ini akan memberangus keluhuran martabat penggunanya.

b. Etika

Sementara etika, pada dasarnya merupakan penerapan dari nilai tentang baik buruk yang berfungsi sebagai norma atau kaidah tingkah laku dalam hubungannya dengan orang lain, sebagai ekspektasi atau yang diharapkan oleh masyarakat terhadap seseorang sesuai dengan status dan peranannya. Dilihat dari asal usul kata, etika berasal dari bahasa Yunani "ethos" yang berarti adat istiadat/kebiasaan yang baik. Pada perkembangannya, etika adalah studi tentang kebiasaan manusia berdasarkan kesepakatan menurut ruang dan waktu yang berbeda, yang menggambarkan perangai manusia dalam kehidupan pada umumnya. Etika tidak mempersoalkan keadaan manusia, melainkan bagaimana mereka harus bertindak.

Dalam teori nilai, etika dijadikan sebagai salah satu unsur penting dalam kajian filsafat. Ini berarti bahwa tingkah laku sosial manusia bertumpu pada system nilai yang berlaku, di manapun posisi dia berada. Peribahasa "dimana bumi dipijak, disitu langit dijungjung" barangkali sangat cocok menjadi gambaran diperlukannya penerapan etika.Etika dapat berfungsi sebagai penuntun pada setiap orang dalam mengadakan kontrol sosial. Karena etika menilai perbuatan manusia, maka lebih tepat kalau dikatakan bahwa objek formalnya adalah norma-norma kesusilaan manusia ditinjau dari segi baik dan tidak baik dalam suatu kondisi yang normative, yakni adanya pelibatan norma. Ketika bersinggungan dengan norma, maka muncullah pemikiran-pemikiran tentang etika itu sendiri. Sebagaimana dikatakan Dr. Frans Magnis Suseno, bahwa etika memang tidak dapat menggantikan agama, tetapi di lain pihak tidak bertentangan dengan agama. Manusia akan menjadi baik sekalipun tidak mempunyai tuntunan sebagai mana disebut dalam Al Quran, yaitu dengan mengandalkan akal budi dan daya pikirannya untuk memecahkan masalah atau dengan kata lain kita sebut kebijaksanaan. Sehingga dengannya, kita dapat memilih mana yang baik dan mana pula yang buruk bagi kita.
Namun perlu ditegaskan dalam diri kita bahwa Yang Maha Bijaksana hanyalah Allah, sehingga kebijaksanaanNya dalam mengatur dan menentukan sesuatu hal berada di atas kebijaksanaan kita. Oleh karenanya jika mungkin orang akan menjadi baik tanpa tuntunan Al Quran, maka "baiknya" adalah tidak baik, atau paling tidak menjadi "semu". Dalam Islam, semua urusan manusia, termasuk urusan segai baik dan buruk, jika tidak ada tuntunan dalam Al Quran, maka mesti dirujuk dalam al Hadits. Sedang urusan baru yang mungkin ditemukan pada abad modern dewasa ini, maka dasar tuntunannya adalah ijtihad qiyashi, yakni ijtihad dengan memperhatikan perbadingan qaidah ushul. Jadi, etika di sini yang penulis maksud, adalah etika yang didasarkan pada asas ruh Islam.

c. Filsafat

Dari segi semantik, filsafat dalam bahasa Yunani adalah "philosophia" yang diartikan sebagai cinta/suka kepada pengetahuan, hikmah/kebijaksanaan, atau kebenaran. Filsafat mencoba menjawab masalah-masalah yang tidak dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan biasa. Karena ia merupakan hasil daya upaya manusia dengan akal budinya dalam memahami dan mendalami hakikat yang ada, maka ranah Tuhan, alam semesta, dan manusia itu sendiri menjadi sasaran dalam pengkajiannya.
Dikaitkan dengan etika, maka filsafat merupakan induk pengayomnya. Ilmu-ilmu lain seperti: logika, metafisika, estetika, epistemologi, filsafat sejarah, sosiologi dan antropologi, dan lain-lain juga berada di naungannya. Dengan kata lain cabang-cabang ilmu yang dalam kajiannya memerlukan pola berpikir secara mendalam dan sungguh-sungguh dalam menemukan hakikat kebenaran segala sesuatu, merupakan kajian filsafat. Apapun yang dipelajari dalam etika, adalah nilai-nilai kebenaran dan hikmah. Karena ia adalah bagian dari filsafat, maka segala yang dipelajari dalam teori nilai (axiology) haruslah dilakukan secara mendalam dan sungguh-sungguh.

3. Sistem Filsafat Moral


Secara garis besar, sistem filsafat moral dibedakan dalam dua macam etika, yaitu etika bertujuan (teleologis) dan etika berkewajiban (deontologis). Dalam hal ini filsafat dipusatkan pada pemberdayaan nilai-nilai moralitas ilmu. Etika dipandang sebagai ruh dalam memberi batasan-batasan penggalian pengetahuan yang mendalam. Sehingga hasil yang didapat, baik secara empirik maupun rasional, menjadi bermakna karena adanya pengevaluasian terhadap nilai manfaatnya.

a. Etika Bertujuan

Dalam etika ini, sistem filsafat moral terbagi dalam beberapa aliran (isme). Masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain. Ini karena tokoh pencetusnya menggunakan paradigma tujuan yang berbeda.

1).Hedonisme

Aliran ini berasumsi bahwa hal yang terbaik bagi manusia adalah kesenangan (hedone), yaitu segala apa yang dapat memuaskan keinginan kita. Aristippos (±433-355 SM) berpendapat bahwa yang baik adalah kesenangan karena fakta menunjukkan bahwa sejak kecil manusia tertarik akan kesenangan dan menghindari ketidaksenangan. Sedangkan kesenangan itu bersifat badani yang hakikatnya adalah gerak. Ia juga bersifat aktual, bukan masa lau (ingatan) dan bukan pula masa yang akan datang (harapan), tetapi sekarang dan di sini. Termasuk bersifat individual, karena dialami oleh setiap individu. Meskipun dilakukan secara sosial, namun tetap saja kesenangan dirasakan oleh orang perorangan.
Hal senada dikemukakan oleh Epikuros (341-270 SM). Ia menyebutkan bahwa kesenangan adalah tujuan kehidupan manusia. Namun demikian, katanya, yang terbaik dan terpenting adalah yang terbebas dari segala keinginan itu, tapi justru mencapai ketengan jiwa (ataraxia).

2).Eudemonisme

Dikatakan bahwa dalam tiap aktivitas, manusia mengejar tujuan dan tujuan akhir yang ingin dicapai adalah kebahagiaan (eudemonia). Agar hal ini dapat dicapai, maka diperlukan cara-cara untuk menjalankan fungsi rasio/akalnya. Sebagaimana digagas oleh Aristoteles (384-322 SM). Di sini kekuatan rasio manusia harus dibarengi dengan kekuatan moralnya. Sedemikian hingga eudemonia betul-betul terasa mendalam.

3).Utilitarisme

Prinsip aliran ini adalah kegunaan (utility). Jeremy Bentham (1748-1832) mengemukakan sebuah teori, yaitu kebahagiaan terbesar adalah berasal dari jumlah orang terbesar (the greatest happiness of the greatest number). Oleh karenanya penetapan kegunaan pun melalui kuantifikasi (the hedonistic number), yakni penentuan jumlah terbesar. Artinya suatu perbuatan dinilai baik, menurut paham ini, jika dapat meningkatkan kebahagiaan orang sebanyak mungkin.
Namun John Stuart Mill (1806-1873), tokoh lain aliran ini, menambahkan bahwa kebahagiaan dan kesenangan tidak hanya diukur dengan kuantitasnya saja, tetapi juga perlu mempertimbangkan sisi kualitasnya. Dikatakannya bahwa kesenangan dan kebahagiaan itu ada yang bermutu tinggi ada pula yang rendah.
Jadi, penilaian suatu perbuatan itu baik atau tidak dipengaruhi oleh penentuan kualitas dan kuantitas terhadap kesenangan dan ketidaksenangan.

b. Etika Berkewajiban

Salah seorang pakar etika deontologis, Immanuel Kant (1724-1804) berpendapat bahwa yang baik itu adalah kehendak baik itu sendiri. Suatu kehendak menjadi baik karena bertindak menurut kewajiban. Kewajiban dimaksud adalah imperative category (perintah yang mewajibkan begitu saja, dan tanpa syarat). Ini nantinya menjadi hukum moral. Dikatakannya bahwa kebebasan bukan berarti bebas dari segala ikatan, tetapi tetap dengan taat pada hukum (moral).

4. Implementasi Nilai Etik dalam Ilmu

Telah diuraikan pada bagian terdahulu, bahwa disukai atau tidak, nampaknya nilai-nilai etika dipandang perlu diimplementasikan pada setiap kegiatan ilmiah, sebagai penyeimbang agar produknya tidak mengabaikan sisi-sisi kemanusiaan. Ilmu diharapkan menjadi melek moral. Sementara nilai diperlakukan bersenyawa dengan proses dan hasil kemajuan itu.
Namun, dalam pertimbangannya, para ilmuwan berbeda pandangan terhadap apakah etika diperlukan dalam pekerjaan-pekerjaan ilmiah atau tidak. Apakah ilmu tidak menjadi stagnan atau mengalami kemunduran karena terlalu banyaknya pertimbangan nilai. Prof. DR. H. Cecep Sumarna (2008) membedakannya menjadi dua golongan. Pertama, ilmuwan yang menggunakan satu pertimbangan, berupa kebenaran dengan mengesampingkan semua pertimbangan nilai. Kedua, mereka yang menganggap perlunya memasukkan pertimbangan nilai-nilai etik dan nilai-nilai kesusilaan. Sehingga sisi utility(kegunaanya) terasa sebagai penyeimbang pertimbangan nilai kebenaran dalam setiap aplikasi ilmu.
Bertolak dari pandangan para ilmuwan yang satu sama lain berbeda, dengan berbagai dalil alasan yang dikemukakannya, dapat kita pahami bahwa pemasukkan nilai etika ke dalam ilmu, diterima atau tidaknya, akan sangat berurusan dengan tujuan penciptaan ilmu itu sendiri. Ilmuwan yang tujuan penciptaannya memperhatikan segi kemanusiaan dan kesusialaan demi kebenaran tujuan penggunaannya, akan berupaya memasukkan nilai etik ke dalam ilmu. Faktor empirik dan rasional tidak dimentahkan dengan adanya nilai etik, tapi justru dijadikannya bernilai/bermartabat bagi kemaslahatan umat manusia. Pandangan bahwa ilmu harus bebas nilai (free value) adalah sebuah keangkuhan dalam berhubungan dengannya.
Sedangkan ilmuwan yang tujuan penciptaannya harus steril dari nilai-nilai metafisik, akan berupaya membendung dan menafikan keterlibatan nilai etik. Penulis beranggapan kalangan ilmuwan pada golongan ini, melakukan dikotomi / pemisahan untuk suatu tujuan penciptaan tidak secara sosial atropogal, melainkan secara eksak matematis. Pertimbangan konotasi atas evaluasi ilmu dianggap tidak diperlukan sebagaimana dipergunakan oleh kalangan ilmuwan yang membolehkan.
Fakta sejarah telah terbukti, proses dan pengawasan terhadap hasil rekayasa ilmu tidak selamanya dipergunakan dengan bebas dampak negatif. Sejak perang dunia kedua, bom atom yang dijatuhkan di Nagasaki dan Hiroshima (Jepang) oleh sekutu dibawah pimpinan Amerika Serikat, berdampak negatif pada hilangnya sisi-sisi kemanusiaan dan rusaknya peradaban manusia. Obat bius jenis psikotroprika yang semestinya digunakan dalam pembedahan klinis, dengan lemahnya pengawasan yang menyeluruh, begitu juga teknologi kondom, karena bebas nilai moral dan tidak disertai dengan aturan yang jelas dan mengikat sebagai bentuk pengawasan, maka yang terjadi adalah penyalahgunaan (misuse).

Kita patut berbangga karena ilmu pengetahuan telah dikembangkan sedemikian rupa. Ia banyak menawarkan jasa bagi pemenuhan hajat hidup manusia, baik bersifat primer (kebutuhan pokok), sekunder (kebutuhan penyerta/sampingan), ataupun tersier (kebutuhan luks kesenangan). Kesemuanya merupakan produk dari perkembangan dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Di bidang kedokteran, dengan ditemukannya berbagai macam obat, termasuk antibiotika, membawa dampak bagi terselamatkannya jutaan manusia yang sakit. Di bidang pengayaan Uranium, tenaga muklir amat berjasa dalam pembangkit tenaga listrik. Di bidang militer, pengembangan peralatan senjata mutakhir, akan sangat membantu dalam pertahanan negara.
Namun semua itu akan bernilai baik jika ilmu pengetahuan sebagai pilar utamanya dan hasil yang telah dikembangkan itu diikat dengan nilai. Dengan demikian tragedi dehumanisasi tidak akan menggejala. Majunya ilmu diharapkan mengikatnya nilai peradaban umat manusia.

5. Manfaat Mempelajari Etika

Seperti diibaratkan nasihat dokter kepada pasien dengan memberikan petunjuk/nasihat tentang apa yang boleh dan tidak berkenaan dengan penyakitnya, maka etika dapat membuat kita menjadi baik ataupun tidak bergantung pada kemauan kita mau mengikutinya atau tidak. Jika kita mau mentaati etika maka kita bisa menjadi manusia yang baik, jika tidak ia tidak akan berguna bagi kita. Yang jelas, manfaat yang diberikan begitu besar kepada siapapun yang mengikutinya. Ia dapat membukakan mata manusia untuk melihat baik dan buruk.
Sebenarnya tujuan etika bukan hanya untuk mengetahui pandangan (teori) di dalamnya semata. Akan tetapi yang paling penting adalah agar mendorong kita supaya membentuk hidup bahagia, menghasilkan kebaikan dan kesempurnaan serta memberikan manfaat kepada sesama manusia.

6. Penutup

Secara ontologi, etika dalam filsafat ilmu yang merupakan salah satu cabang dari ilmu filsafat, adalah bagian yang tak terpisahkan dalam peradaban umat manusia. Sifat dasarnya sangat kritis, karena selalu mempersoalkan norma-norma yang berlaku, menyelidiki dasar dari norma-norma tersebut, begitu juga siapapun yang menetapkan norma itu.

Dari segi kegunaan (aksiologi), bahwa kehidupan manusia perlu ditopang dengan nilai-nilai etika, agar keberadaannya betul-betul dapat dinikmati dengan penuh arti. Dehumanisasi tidak perlu terjadi bilamana human (manusia) berikap legowo menetapkan etika kerja dan etika pengkajian ilmu. Itulah sebabnya mengapa kajian yang mendalam dan sungguh-sungguh ini dikemas dalam wadah filsafat.

Kita bersyukur sebahagian para ilmuwan telah berani memfatwakan perlunya nilai etika dalam semua bidang dan sendi-sendi kehidupan. Meski sebagian yang lain menafikannya. Sebab yang terpenting adalah berpulang kepada kitanya, mau mengiktui etika atau tidak. Mudah-mudahan kesungguhan kita dalam pengamalannya itu akan beroleh manfaat yang besar dan tak hingga nilainya.
Akhirnya mudah-mudahan makalah ini membawa percerahan baru bagi yang membacanya dalam memperoleh pemahaman tentang etika sebagai bagian dari filsafat ilmu.


7. Sumber Bacaan

Bertens, K. 1999. Etika. Jakarta: Gramedia
Ramadhan, M Suradi. 2009. Teori Nilai (Etika). www.dpdimmriau.co.cc.
Sumarna, Cecep. 2008. Filsafat Ilmu. Bandung: Mulia Press.
Ululalbab, Wahyu. 2009. Nilai, Etika, Idealisme Dalam Filsafat. http://wahyu-ululalbab.blogspot.com.


* Penulis adalah mahasiswa program pascasarjana (S-2) IAIN Syekh Nurjati Cirebon (2009)


To:
artikel
puisi
pelajaran Bahasa Inggris SMP

BELAJAR MENGGUNAKAN MICROSOFT EXCEL 2003 DALAM PENDIDIKAN

Oleh : Nono Warsono




Perkembangan teknologi computer memberikan banyak manfaat dan kemudahan-kemudahan terutama dalam dunia pendidikan. Betapa tidak, beberapa tahun yang lalu ketika para pendidik diperkenalkan dengan program computer semisal Microsoft Word, mereka sudah dimudahkan dalam hal pengetikan naskah soal, program pembelajaran, dan laporan-laporan lainnya yang menggunakan program olah kata ini. Namun demikian, para guru masih menemukan kendala dan kesulitan-kesulitan ketika melakukan proses komputasi / hitung dan format data base yang cepat, semisal analisis hasil ulangan, laporan keuangan program sekolah, dan mmatrik / tabulasi yang berjumlah banyak. Tetapi setelah diperkenalkan program Microsoft Excel, hal itu bias diatasi.
Dalam makalah ini disajikan beberapa hal tentang bagaimana belajar menggunakan Ms. Excel 2003 dari kelompok program aplikasi Microsoft Office. Sebenarnya penggunaan semua versi Ms. Excel tidaklah jauh berdeda. Hanya saja, mungkin, kelengkapan fasilitas yang ditawarkan dari taip versi sedikit berbeda.

1. Mengenal Jendela Microsoft Excel 2003 dan Aplikasinya
Dalam jendela Ms. Excel 2003, terlihat bagian-bagian antara lain sebagai berikut:


a. Menu Bar (Daftar Menu)
1) File
Pada menu ini yang paling umum digunakan adalah: New (membuka lembar kerja baru yang masih kosong)-di toolbar dapat diakses dengan meng-klik ikon , Open (membuka lembar kerja/file yang pernah disimpan sebelumnya) kalau

di toolbar dengan meng-klik ikon . Pada tab Look in, klik drop-down untuk mencari direktori tempat file tersimpan, klik nama file, lalu klik Open atau tekan Enter pada Keyboard, maka file akan terbuka.
Close (menutup lembar kerja yang sedang terbuka)- atau dapat dengan mengklik tanda di sudut kanan atas jendela lembar kerja,
Save (menyimpan lembar kerja/file yang sedang terbuka), Save As.. (menyimpan lembar kerja/file yang sedang terbuka dengan nama baru. Jika file baru pertama kali disimpan, maka fungsi Save dan Save As. Ini dapat diakses dengan mengklik ikon
pada Toolbar.

Pada tab Save in klik drop-down untuk mencari direktori dimana file akan disimpan. Pada kotak File name, ketik nama file yang tepat, lalu klik Save, atau tekan Enter pada keyboard.
File Search (mencari nama file yang telah tersimpan pada suatu direktori)

Gbr 1 Gbr 2

Pada Gbr 1, di kotak Search text, ketik nama file yang hendak dicari, lalu klik tombol Go. Hasil pencarian terlihat di Gbr 2. Untuk membukanya, klik nama file tersebut.
Page Setup (menyetel halaman kertas)

pada Page size, pilih jenis kertas yang akan dipakai. Pada orientation, pilih posisi kertas. Klik OK.
Print Preview (memperlihatkan tapilan lembar kerja sebelum dicetak), dan Print (mencetak lembar kerja ke dalam lembaran kertas)



Cocokkan nama printer dengan printer yang akan digunakan. Pada print range, pilih All jika akan mencetak semua halaman file dalam lembar kerja, Pages from .. to .. jika akan mencetak beberapa halaman yang terpilih saja. Lalu klik OK. Jika memerlukan penyetelan, klik Properties…

2) Edit
Pada menu ini, yang paling umum digunakan adalah sub menu: Undo (membatalkan perintah). Sub menu ini dapat diakses dengan meng-klik ikon .
Cut (Memotong). Pada keyboard, dapat diakses dengan meng-klik ikon , atau dapat diakses dengan meng-klik kanan cell tersebut, lalu klik Cut.
Copy (Menyalin). Pada keyboard, dapat diakses dengan meng-klik ikon , atau dapat diakses dengan meng-klik kanan cell tersebut, lalu klik Copy.
Paste (Menempelkan hasil Cut atau Copy pada cell yang baru). Pada keyboard, dapat diakses dengan meng-klik ikon, . Atau dapat diakses dengan meng-klik kanan pada cell baru, klik paste.
Delete (menghapus isi cell yang terpilih), dapat pula diakses dengan meng-klik kanan cell tersebut, lalu pilih Delete..
pilihan Shift cell left berarti menghapus isi cell tersebut dan posisinya diisi oleh data dari cell sebelah kanan cell yang dihapus. Pilihan Shift cell up berarti menghapus isi cell tersebut dan posisinya diisi oleh data dari cell bawah. Pilihan


Entire row berarti menghapus data dari baris itu seluruhnya. Pilihan Entire column berarti berarti menghapus data dari kolom itu seluruhnya.

3) View
Menu tampilan jendela lembar kerja ini terdiri atas: Normal (tampilan Norman, Grb.1), Page Break Preview (tampilan batas halaman, Grb 2), Toolbars, Formula Bar, Status bar, Header and Footer (Gbr 3), Zoom (Gbr 4)


4) Insert
Menu untuk menyisipkan sesuatu ke dalam lembar kerja ini memiliki sub menu : Rows (menyisipkan baris) di atas baris yang sudah ada, baris baru akan ditambahkan. Columns (menyisipkan kolom), maka kolom baru akan di tambahkan di sebelah kiri kolom yang sudah ada. Worksheets (menyisipkan lembar kerja baru), fungsi ini sama dengan jika kita meng-klik kanan tab Sheet yang sedang aktif.
Chart (menyisipkan grafik), misalnya grafik kemajuan belajar :
Grafik Kemajuan Belajar
Kelas / Semester: VII A / 1
Tahun Pelajaran : 2009 / 2010



Gbr. 1


Gbr. 2

Gambar (1) adalah data masukan yang akan dibuat grafiknya. Klik Insert, Chart. Maka akan muncul seperti gambar (2). Pilih tipe Chart-nya, klik Next, untuk Data Range sorot data masukan pada gambar atas. Klik Next, pada menu title ketik judul pada Chart Title, ketik katagori pada axis (x) dan/atau (y)nya. Klik Next, Finish. Hasilnya seperti pada gambar (3).
Function… (menyisipkan fungsi rumus).sub menu ini sama dengan meng-klik lambang pada formula bar, yaitu akan muncul kotak dialog sebagai berikut:


Untuk Most Category Used, disajikan rumus-rumus yang biasa digunakan yaitu:
a. SUM (Menjumlah data pada range) b. MAX (Memunculkan nilai terbesar)


c. MIN (Memunculkan nilai terkecil) d. AVERAGE (Menghitung rata-rata)




e. STDEV (Menghitung Standar Deviasi) f. IF (Menentukan logika, JIKA)


g. COUNT (Menghitung jumlah bukan h. COUNTIF (Menghitung jumlah bukan
angka) angka tertentu/dengan syarat “jika”)



i. SUMIF (menghitung jumlah yang HASILNYA (dari a-i di atas) adalah:
kriterinya disebutkan)






Picture (menyisipkan gambar). Gambar/image ini dapat diambil dari ClipArt, setelah tampilan Clip Art terbuka, klik Organize Clips , klik ganda pada Office Collections, klik katagori-nya, lalu klik image/gambarnya, klik Copy. Lalu Paste di cell baru.

hasilnya :
Picture juga dapat diambil dari file (From File..) Kotak Insert from File terbuka, pilih direktori dimana file tersimpan, pilih gambar, lalu klik Insert.


Juga dapat meng-insert Struktur Organisasi dengan memilih Insert, Organization Chart…
Misal:


Bahkan dapat pula terhubung dengan file lain (teks dokumen, gambar, video, atau musik), misalnya Insert , Hyperlink, lagu (Sakura- Rossa):
Pilih judul lagu, lalu klik OK.


Hasilnya , untuk membukanya, klik alamat hyperlink itu. Pada kotak dialog [Do you want to continue?] pilih Yes. [Do you want to open this file?], pilih Yes.


maka hailnya akan ditampilkan Winam untuk lagu tersebut.


Untuk Insert, Hyperlink, gambar, maka lakukan hal yang sama. Ketika muncul kotak dialog di bawah ini, maka klik ikon Browse for file. Di kotak dialog Link to file, pilih gambar yang dikehendaki, jangan lupa pada files of type pilih All files, klik OK. Pada tampilan Insert, Hyperlink beikutnya, pilih OK.


Maka alamat hyperlink untuk gbr itu adalah sebagai berikut:


Untuk membukanya sama seperti pada hyperlink lagu di atas. Hasilnya:



5) Format
Menu ini terdiri dari : Cells.. Pada Format, Cells terdapat tab Numbers, berupa pemformatan : nomor (dengan decimal dan/atau separator) (Gbr 1), mata uang dengan simbolnya (Gbr 2), Tanggal (Gbr 3),


Gbr 1 Gbr 2 Gbr 3 dll.
Alignment .. berupa perataan pada cell terutama hasil merge dan orientasi teks.
Misalnya posisi teks. Teks no 2, menggunakan Alignment dengan orientasi teks vertical. Teks no.3, menggunakan Alignment dengan orientasi teks normal dan teks alignment Horizontal dan Vertical menggunakan Center.

Maka menjadi :

Border berupa garis tepi data pada tabel baik outline maupun garis dalam tabel.


Atur style (model garisnya, dan atur pula warna garisnya pada color, klik pada tampilan border. Maka hasilnya akan diformat sesuai dengan yang telah diatur.




Pattern (warna isian table dalam border), dapat diisi warna solid ataupun warna pola), seperti cell 2 Jakarta, diisi dengan warna solid orange dan cell 3 Jakarta diisi dengan pattern kotak-kotak

Langkah-langkahnya:



Rows.. (pengaturan tinggi baris / Height. Misalnya baris 1 tinggi 30, baris 2-4 tinggi (default= 2.75), baris 5 tinggi 30. berikut kotak dialog dan hasilnya

, hasilnya:
Column.. (pengaturan lebar kolom/ Width. Penagturannya sama seperti pada Rows .
6) Tools. Tidak Banyak yang dilakukan pada menu ini.
7) Data, berisi antara lain : Sort.. (menyortir/menyusun secara alphabets) misalnya:

setelah di sortir dengan menjadi:



b. Toolbars
Toolbars adalah sederet ikon yang merupakan kunci pintas sebagai pengganti sub-menu yang telah diuraikan di atas.

Toolbars atas dari kiri adalah : New (lembar kerja baru), Open (buka file yang tersimpan), Save (simpan file aktif), Permission (akses), E-mail, Print (mencetak), Print preview (tampilan pra cetak), Spelling (ejaan teks), Research (pencarian data ulang), Cut (potong data), Copy(salin data), Paste (tempelkan hasil Cut / Copy), Format painter (sapu salin format), Undo (batalkan perintah), Redo (kembalikan perintah yang dibatalkan), Insert hyperlink, AutoSum (jumlahkan secara langsung), Sort (A-Z dan Z-A), Chart Wizard (Wizard table), Drawing (menggambar), Zoom.
Toolbars bawah dari kiri adalah: Format Fonts (jenis, ukuran dan gaya huruf: Tebal, miring, garis bawah), Align (perataan teks: kiri, tengah, dan kanan), Merge and center (merger dan rata tengah teks), style : Currency (mata uang), percentage (persen), Comma, decimals : Increase/Decrease, Indent: Increase/Decrease, Borders, Fill colors (warna isi cell), Font colors (warna huruf)
c. Cell Aktif
Sel yang merupakan ordinat dari kolom dan baris, tempat meng-input data ke dalam lembar kerja.Nama posisi sel aktif dapat dilihat pada Name Box yang letaknya sejajar dengansebelah kiri formula bar.
d. Formula Bar
Pada sel ini disajikan daftar fungsi perumusan jika di-klik fungsi [fx]nya.
e. Sheet tabs
Tabs lembar kerja ini secara default disajikan sebanyak tiga buah dengan nama : Sheet 1, Sheet 2, Sheet 3. Namun kita data menambah atau menghapus bila dibutuhkan. Bahkan mengganti nama, memberi warna, memindah dan menyalin tabs. Untuk keperluan ini Sheet dapat diklik kanan. Pada pop-up berisi: Copy, Move, Delete, Rename, tab color, dll.

2. Beberapa Contoh Penggunaan Pada Lembar Kerja Ms. Excel 2003
a. Daftar Hadir (Merger, perataan, border, shading, menghitung, menghitung dengan logika)

Catatan:
Judul, gunakan merge and center
No, Nama, Jlh Hadir, dan Ket, masing-masing di-merge and center. Lalu format cell, alignment, center.
Rumus Jumlah hadir (AJI) :
Fx = COUNT(D8:H8)
Rumus Jumlah Siswa :
Fx = COUNT(I8:I14)
Rumus Jumlah Laki-laki :
Fx = COUNTIF(C8:C14,"L")
Rumus Jumlah Perempuan :
Fx = COUNTIF(C8:C14,"P")

b. Daftar Nilai (Menhitung Rata-rata, menjumlah, me-link data satu sheet, logika)

Catatan:
Menghitung Rata-rata (Listening) :
Fx = AVERAGE(C13:F13)
Menghitung Jumlah :
Fx = SUM(G13:G16)
Menghitung Rata-rata B Inggris :
Fx = AVERAGE(G13:G16)
Menampilkan Keterangan
(LISTENING) :
=IF(G13=0,"",IF(G13<$D$5,"kurang",IF(G13=$D$5,"Cukup","Terlampaui")))
Nama Guru di bawah : =D6
NIP di bawah :
="NIP."&D7
Maka jika Nilai diubah, status pada keterangan pun berubah

c. Grafik Ketidakhadiran (Absensi) Siswa (Insert Chart..)
a. Grafik Absensi Siwa (Umum)
Kelas : VII A
Semester : 1
Tahun Pelajaran : 2009/2010

Catatan:
Langkah awal, buat data kolom/series seperti pada bagian kiri
Langkah kedua, sisipkan/insert chart, ikuti petunjuknya, maka hasil grafiknya seperti pada gambar kanan

b. Menghitung Prosentase Kehadiran (bagi wali kelas)
(Dipakai pada data kelas di dinding. Dalam penghitungan di sini, dihitung dalam satu bulan, karena biasanya pengarsiran di data prosentase kehadiran di dinding kelas dilakukan setiap akhir bulan. Sementara data di dinding dibuat dalam satu tahun). Jika Tabel yang dibuat benar sesuai dengan langkah-langkah dibawah ini, proses memasukkan data kurang dari 10 detik sudah selesai, hanya dengan memasukkan data pada empat kotak yang berwarna kuning saja, data lain akan berubah dengan sendirinya secara otomatis. Selamat mencoba.

Berikut langkah-langkahnya:

Gbr 1


Gbr 2


1) Ketik Bulan, Jumlah hari belajar, Jumlah siswa, jumlah tidak hadir (S,I,A), Jlh hari x jlh siswa, % Ketidakhadiran siswa, %kehadiran siswa Bln, Grafik ketidakhadiran bulan, dan grafik kehadiran bulan, seperti terlihat pada gambar di atas.
2) Isi data di kotak kuning, sesuai yang ada pada buku absen kelas.
3) Untuk menghitung "jlh hari x jlh siswa =" masukkan rumus =E6*E7.
4) Untuk menghitung "% KETIDAKHADIRAN SISWA", masukkan rumus =E8/H6*100.
5) Untuk menulis "% KEHADIRAN SISWA BLN : OKTOBER" masukkan rumus =% KEHADIRAN SISWA BLN : " &D4" dan untuk menghitung hasilnya, masukkan rumus =100-E10. Jika hasilnya tidak dalam satu decimal, dapat diatur dengan klik menu Format, Format Cell, Number. Atau klik kanan lalu klik Format Cell, Number . Pilih satu decimal.
6) Buat grafik KETIDAK HADIRAN SISWA dengan cara klik menu Insert, Chart.., pilih Column yang pertama, kilk next. Pada Data Range, drag %KETIDAKHADIRAN SISWA berikut jumlah nilainya. Pada Series in, pilih Columns, klik Next. Pada Legend, kosongkan kotak Show Legend. Pada Data Labels, pilih Value. Klik Finish. Atur dengan memperkecil objek grafik. Klik bagian objek yang akan diberi warna, klik Fill Color pada format Drawing lalu pilih warna yang disuka, misalnya hijau. Dan Char area dengan warna biru muda. Hasilnya seperti gbr pertama di atas.
7) Untuk memasukkan nama bulan di bawah GRAFIK KETIDAKHADIRAN BULAN :, masukkan rumus =D4
8) Buat grafik KEHADIRAN SISWA dengan cara sama seperti pada langkah no. 6). Hanya pada Data Range, drag % KEHADIRAN SISWA BLN : OKTOBER berikut jumlah nilainya.
9) Untuk memasukkan nama bulan di bawah GRAFIK KEHADIRAN BULAN :, masukkan rumus =D4. Hasilnya seperti gbr kedua di atas.


d. Nota Kontan (menjumlah, mem-format mata uang, logika, pengurangan)


Catatan:
1. Buat kolom dan formulir
2. Angka pada Harga Satuan ditulis tanpa koma. Untuk me-nyetelnya dapat menggunakan Format Cells.. atau meng-klik ikon (comma style), lalu jika terdapat angka decimal, dapat dihilangkan dengan meng-klik (decrease decimal)
3. Jumlah Harga Satuan Buku Tulis “Kiky”menggunakan rumus: = D6*A6
4. Jumlah harga seluruh item :
=SUM(E6:E9)
5. Jumlah Discount 5% :
=IF(E11>A13,E11*B12%,0)
6. Jumlah Total Bayar :
=E11-E12

e. Daftar Peminjaman Buku Premium

Catatan:
1. Pengisian data rumus pada kolom kelebihan biaya pe-minjaman yang memperhi-tungkan data pada cell F4, F5, dan F6 menggunakan alamat cell absolute “$”
2. Penghitungan Lama Pinjam untuk NIS 010 adalah dengan rumus =DAY(D10-C10).
3. Penghitungan Kelebihan hari untuk NIS 010 adalah dengan rumus =IF(E10=$F$4,0,IF(E10<$F$4,0,E10-$F$4))
4. Penghitungan Biaya Pemin-jaman untuk NIS 010 adalah dengan rumus =$F$4*$F$5+G10*$F$6

f. Daftar Insentif Pelaksanaan Ujian Tulis Sekolah

Catatan:
1. Penghitungan jumlah insentif Pembuatan Naskah soal untuk Adnan adalah dengan rumus : =C7*$F$14
2. Penghitungan jumlah insentif mengoreksi lembar jawaban untuk Adnan adalah dengan rumus : = E7*$F$15
3. Penghitungan jumlah insentif mengawas ruang ujian untuk Adnan adalah dengan rumus : = G7*$F$16
4. Penghitungan jumlah insentif yang diterima oleh Adnan adalah dengan rumus
= SUM(D7,F7,H7)

3. Menyimpan dan Menutup Lembar Kerja
a. Menyimpan Lembar Kerja
Setelah satu atau beberapa lembar kerja selesai dikerjakan, file tersebut dapat disimpan untuk digunakan pada waktu yang berbeda. Penyimpanan dapat dilakukan di Harddisk, dengan meng-klik Menu File, Save As… Pada penyimpanan pertama kali, sub menu Save dan Save As.. mempunyai fungsi yang sama. Fungsi ini dapat diakses dengan meng-klik ikon pada toolbars.

Pada tab Save in, klik drop-down, lalu pilih folder /tempat penyimpanannya misalnya di My Document atau di folder lain yang telah dibuat. Ketik nama file pada kotak File name, lalu tekan Save atau tekan Enter pada keyboard.
Untuk penyimpanan pada flaskdisk, pada tab Save in, klik drop-down, pilih nama flaskdisk, biasanya pada partisi F:Removable disk.

b. Membuka Lembar Kerja
File yang sudah disimpan dapat dibuka kembali. Setelah jendela Ms Excel terbuka, klik menu File, Open. Atau dapat diakses dengan meng-klik ikon pada toolbar. Pada tab Open, klik drop-down, lalu pilih directory tempat file tersebut disimpan, lalu klik Open, atau tekan Enter pada keyboard, maka file akan terbuka.

4. Mencetak (Print)
Naskah/file yang sudah dibuat dapat dicetak ke dalam lembaran kertas. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mencetak. Untuk meyakinkan apakah tampilan yang akan dicetak sesuai dengan yang diharapan, tamilan bias dilihat pra cetaknya di print preview, dengan memilih print preview pada menu File, print perview, atau pada kotak dialog print, atau meng-klik ikon pada toolbar. Jika tampilan naskah terpotong atau tidak lengkap pada print preview, kemungkinan halaman kertas cetak berbeda dengan halaman kertas naskah. Ini dapat diperbaiki dengan meng-klik Print Option, lalau atur kertas pada Paper Size. Sesuaikan dengan ukuran pada lembar kerja. Ini juga dapat diatur melalui menu File, Page Setup. Lalu pilih OK.
Jika nomor halaman ingin dicetak, maka pengaturannya melalui menu File, Page Setup, Header & Footer. Atur posisi penempatan nomor halaman, di atas (header) atau di bawah (footer). Di sebelah kiri, tengah, atau di kanan. Begitu juga jenis font dan ukurannya.

5. Penutup
Semoga makalah ini dapat memberikan inspirasi baru dalam mengkreasi Spreadsheet dan mengembangkan penggunaan olah data dengan Microsoft Excel 2003 atau yang lebih tinggi.

6. Referensi
1. Vincentia Dwiyani S. 1997. Menggunakan Microsoft Excel 5.0. Jakarta: PT Elek Media Komputindo.
2. Microsoft Excel Help. Microsoft Excel 2003.

Kamis, 12 November 2009

Khutbah Akhir Washiyat Rasul SAW

آخر وصية الرسول الله صلى الله عليه وسلم
أنا محمد بن عبدالله بن عبد المطلب بن هاشم العربي الحرمى المكى الذي لانبي بعدي ، أيهاالناس اعلموا أن نفسي قد نعيت وحان فراقي من الدنيا واشتقت الى لقاء ربي فوا حزناه على فراق أمتي ماذا يقولون من بعدي اللهم سلم سلم أيها الناس اسمعوا وصيتي وعوها واحفظوها وليبلغ الشاهد منكم الغائب فانها آخر وصيتي لكم أيها الناس قد بين الله لكم في محكم تنزيله ما أحل لكم وما حرم عليكم وما تأتون وما تتقون فاحلوا حلاله وحرموا حرامه وآمنوا بمتشابهه واعملوا بمحكمه واعتبروا بامثاله (ثم رفع رأسه إلى السماء فقال) اللهم هل بلغت فاشهد أيها الناس اياكم وهذه الأهواء الضالة المضلة البعيدة من الله تعالى ومن الجنة القريبة من النار وعليكم بالجماعة، والاستقامة فانها قريبة من الله قريبة من الجنة بعيدة من النار (ثم قال) اللهم هل بلغت أيهاالناس
الله الله في دينكم وأمانتكم الله الله فيما ملكت أيمانكم فأطعموهم بما تأكلون وألبسوهم مما تلبسون ولا تكلفوهم مالا يطيقون فانهم لحم ودم وخلق أمثالكم ألا من ظلمهم فأناخصمه يوم القيامة والله حاكمهم الله الله في النساء أوفوا لهن مهورهن ولا تظلموهن فيحرمكم حسناتكم يوم القيامة ألا هل بلغت أيهاالناس قوا أنفسكم وأهليكم نارا وعلموهم وأدبوهم فانهم عندكم عوان وأمانة ألا هل بلغت أيهاالناس أطيعوا ولاة أموركم ولا تعصوهم وان كان عبدا حبشيامجدعا فانه من أطاعهم فقد أطاعنى ومن أطاعنى فقد أطاع الله ومن عصاهم فقد عصانى ومن عصانى فقد عصى الله ألا لاتخرجوا عليهم ولا تنقضوا عهودهم ألا هل بلغت أيها الناس عليكم بـحب أهل بيتي عليكم بـحب حملة القرآن عليكم بـحب علمائكم لاتبغضوهم ولا تحسدوهم ولا تطعنوا فيهم ألا من أحبهم فقد أحبنى ومن أحبنى فقد أحب الله ومن أبغضهم فقد أبغضنى ومن أبغضنى فقد أبغض الله
ألا هل بلغت أيها الناس عليكم بالصلوات الخمس باسباغ وضوئها واتمام ركوعها وسجودها أيها الناس أدوا زكاة أموالكم ألا من لم يؤد الزكاة فلا صلاة له ألا من لا صلاة له فلا دين له ولا صوم له ولا حج له ولا جهاد له ، اللهم هل بلغت أيها الناس ان الله فرض الحج على من استطاع إليه سبيلا ومن لم يفعل فليمت على أي حال شاء يهوديا أو نصرانيا أو مجوسيا الا أن يكون به مرض حابسه أو منع من سلطان جائر ألا لا نصيب له في شفاعتي ولا يرد حوضى ألا هل بلغت أيها الناس إن الله جامعكم يوم القيامة فى صعيد واحد فى مقام عظيم وهو شديد فى يوم لا ينفع مال ولا بنون الا من أتى الله بقلب سليم ، ألا هل بلغت أيها الناس احفظوا ألسنتكم وأبكوا أعينكم وأخضعوا قلوبكم وأتعبوا أبدانكم وجاهدوا أعداءكم وعمروا مساجدكم وأخلصوا إيمانكم وانصحوا اخوانكم وقدموا لأنفسكم واحفظوا فروجكم وتصدقوا من أموالكم ولا تحاسدوا فتذهب حسناتكم
ولايغتب بعضكم بعضا فتهلكوا ألا هل بلغت أيها الناس اسعوا فى فكاك رقابكم واعملوا الخير ليوم فقركم وفاقتكم ، أيها الناس لاتظلموا فان الله هو الطالب لمن جار وعليه حسابكم وإليه إيابكم انه لايرضى منكم بالمعصية أيها الناس انه من عمل منكم صالحا فلنفسه ومن أساء فعليها وما ربك بظلام للعبيد واتقوا يوما ترجعون فيه الى الله ثم توفى كل نفس ما كسبت وهم لا يظلمون أيها الناس إنى قادم إلى ربى وقد نعيت إلى نفسى فأستودع الله دينكم وأمانتكم والسلام عليكم معشر أصحابي وعلى جميع أمتى السلام عليكم ورحمة الله وبركاته . قال أبو الليث السمرقندى حدثنا أبي رحمه الله قال حدثنا أبو بكر محمد بن أحمد المعلم حدثنا أبو عمر ان الغرابى حدثنا عبد الرحمن بن حبيب حدثنا داود بن المحبرحدثنا عباد بن كثير عن عبد خير عن على بن أبي طالب رضي الله عنه قال لما نزلت اذا جاء نصر الله والفتح مرض رسول الله صلعم فمالبث أن خرج إلى الناس يوم الخميس وقد شد رأسه بعصابة فرقى المنبر وجلس عليه مصفر الوجه تدمع عيناه ثم دعا ببلال فأمره بأن ينادي فى المدينة أن اجتمعوا الوصية رسول الله صلعم فإنها آخر وصية لكم فنادى بلال فاجتمع صغيرهم وكبيرهم وتركوا أبواب بيوتهم مفتحة وأسواقهم على حالها حتى خرجت العذارى من خدورهن ليسمعوا وصية رسول الله صلعم حتى غص المسجد بأهله والنبي صلعم يقول وسعوا لمن وراءكم ثم قام النبي صلعم يبكى لله ويسترجع فحمد الله وأثنى عليه وصلى على الأنبياء وعلى نفسه عليهم الصلاة والسلام ثم قال …

AKHIR WASIAT RASUL SAW

Aku Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutholib bin Hasyim al Arobi al Harmai al Makki yang tiada nabi sesudahku; Wahai manusia ketahuilah sesungguhnya diriku telah diberitahu bahwa telah dekat (waktuku) meninggalkan dunia dan berpisah untuk bertemu Robku, aduh aku merasa sedih berpisah dengan umatku apa yang akan mereka katakan sepeninggalku. Ya Allah selamatkan, selamatkan, wahai manusia dengarkanlah wasiatku, perhatikanlah, jagalah, dan hendaklah yang orang menyaksikan diantaramu menyampaikan kepada yang tidak hadir, karena ini adalah wasiatku yang terakhir untukmu. Wahai manusia, sesungguhnya Allah telah menerangkan bagimu dalam al Quran (yang sempurna) diuturunkannya apa yang dihalalkan bagimu, apa yang diharamkan atasmu, apa yang kamu ambil, dan apa yang kamu jaga/takutkan, maka yang halal jadikan halal, yang haram jadikanlah haram, selamatkan dirimu terhadap yang syubhat(ragu-ragu), amalkanlah hokum-hukum (dalam al Quran), ambillah pelajaran terhadap teladan-teladan (dalam al Quran). (Lalu Rasulullah menengadahkan kepala ke langit dan berkata) Ya Allah, wahai manusi, sudahkah sampai kepadamu lalu bersaksilah, Hindarilah hawa nafsu yang sesat dan menyesatkan yang jauh dari Allah dan jauh dari surga dan dekat dengan neraka. Kamu wajib berjamaah dan istiqomah karena sesungguhnya ini dekat dengan Allah, dekat dengan surga, jauh dari neraka. (Lalu Rasul berkata) Ya Allah, wahai manusia, sudahkah sampai kepadamu, Allahu Allah, dalam hal agamu dan amanat-yang diberikan kepadamu, Allahu Allah, dalam hal budak yang kau miliki, maka berilah mereka makan dengan apa yang kamu makan, berilah mereka pakaian dari yang kamu pakai, jangan kau bebani mereka apa yang mereka tidak sanggup/mampu karena mereka adalah daging, darah, dan makhluk sepertimu (juga). Ketahuilah barangsiapa yang menganiaya mereka maka aku adalah musuhnya pada hari kiamat (nanti). Dan Allah menghukum mereka, Allahu Allah, dalam hal perempuan, penuhilah mahar(mas kawin) mereka, jangan aniaya mereka (yang menyebabkan) kebaikan-kebaikanmu terhapus pada hari kiamat (nanti). Ketahuilah wahai manusia apakah sudah sampai kepadamu ayat "jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka)" . Ajarilah dan didiklah mereka karena mereka adalah separuh umurmu dan amanat (Allah). Wahai manusia, sudahkah sampai kepadamu ayat "Taatlah kepada pemerintah/penguasa urusanmu, jangan durhaka kepada mereka walaupun mereka hamba bangsa Habsy yang jelek karena barangsiapa yang taat kepada mereka sesungguhnya taat kepadaku, dan siapa yang taat kepadaku sesungguhnya taat kepada Allah, dan barangsiapa yang durhaka kepada mereka maka ia durhaka kepadaku, dan siapa yang durhaka kepadaku maka durhaka kepada Allah. Ketahuilah janganlah kau tampil melawan mereka dan jangan merusak janji mereka Katahuilah wahai manusia, sudahkah sampai kepadamu bahwa kau wajib mencintai ahli baitku, cinta menghapal al Quran, cinta kepada ulamamu, jangan membenci mereka, jangan hasud kepada mereka, jangan memecah belah di antara mereka, ketahuilah barangsiapa yang mencintai mereka maka sesungguhnya mencintaiku, dan siapa yang mencintaiku sesungguhnya ia mencintai Allah, dan barangsiapa yang membenci mereka maka ia membenciku dan siapa yang membenciku sesungguhnya ia membenci Allah . Katahuilah wahai manusia, sudahkah sampai kepadamu bahwa wajib atasmu sholat lima waktu dengan menyempurnakan wudhunya dan menyempurnakan ruku' dan sujudnya. Wahai manusia, tunaikan zakat hartamu sebab ketahuilah barangsiapa yang tidak menunaikan zakatnya maka tiada (pahala) sholatnya . Ketahuilah barangsiapa yang tiada (pahala) sholat baginya maka tiada agama, puasa, haji, dan jihad baginya. Ya Allah, wahai manusia, sudahkah sampai kepadamu bahwa sesungguhnya Allah telah mewajibkan hajji bagi orang yang mampu dalam perjalanannya, dan barangsiapa yang tidak mengerjakannya maka (kalau mati terserah) atas cara mana-- Yahudi atau Nashroni atau Majusi , kecuali jika keadaanya sakit yang memenjarakannya atau tercegah oleh penguasa yang tidak adil. Ketahuilah tiada bahagian untuknya dalam hal syafaatku dan tidak akan memperoleh telagaku ( di surga). Katahuilah wahai manusia, sudahkah sampai kepadamu bahwa Allah mengumpulkanmu pada hari qiamat di suatu daratan di maqom yang agung dan dia sangat tinggi pada hari dimana tiada berguna harta dan anak-anak kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang tentram . Katahuilah wahai manusia, sudahkah sampai kepadamu bahwa jagalah lisanmu, menangislah matamu, rendahkan hatimu,. Lelahkan badanmu(jangan malas), perangilah musuhmu, makmurkanm masjidmu , ikhlaskan imanmuberilah nasihat saudara-saudaramu dan dahulukan (nasihat) untuk dirimu, peliharalah farji(kemaluan)mu , bersedakahlah dari sebahagian hartamu dan jangan hasud (dengki) nanti kebaikanmu akan hilang, janganlah salah seorang darimu meng-ghibah (mengumpat) sebagian yang lain nanti kau akan binasa. Katahuilah wahai manusia, sudahkah sampai kepadamu, berusahalah dalam memerdekakan budak yang kamu miliki, berbuat baiklah pada hari kamu fakir dan sangat membutuhkan. Wahai manusia, jangan berlaku aniaya karena Allah menuntut bagi orang yang mencari perlindungan, AtasNya kamu dihisab, kepadaNya kamu kembali sesungguhnya Ia tidak ridho maksiat darimu. Wahai manusia, sesungguhnya barangsiapa darimu yang mengerjakan amal sholeh maka itu untuk dirinya sendiri dan barangsiapa yang mengerjakan keburukan maka itupun untuk dirinya sendiri dan Tuhanmu tidak menganiaya kepada hambaNya , takutlah pada suatu hari dimana kamu akan dikembalikan kepada Allah kemudian disempurnakan setiap diri (pahala) apa yang di kerjakan sedang mereka tidak dianiaya. Wahai manusia, sesungguhnya aku menghadap Tuhanku dan aku diberitahukan pada diriku, maka aku titipkan kepada Allah akan agamamu dan amanat-amanatmu . salam sejahtera para sahabatku dan kepada seluruh umatku. Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh.
(lalu Rasulullah turun, lalu masuk rumahdan tidak keluar sesudahnya)

***

KHUTBAH IDUL FITRI

الله اكبر 9 ×
الله اكبر كبيرا / والحمد لله كثيرا / وسبحان الله بكرة واصيلا / لااله الا الله وحده / صدق وعده / ونصر عبده / واعز جنده / وهزم الأحزاب وحده / لااله الا الله ولا نعبد الا اياه مخلصين له الدين ولو كره الكافرون
الله اكبر ولله الحمد.
الحمد لله الذي سَهَّلَ لِلْعِبَادِ طَرِْيْقَ العبادة ويسّر / ووفّاهم اجورهم اعمالهم من خزائن جوده التي لاتحصر / وجعل لهم يوم عيد يعود عليهم في كل سنة ويتكرر / وزكى ابدانهم من درن السيئات وطهر / احمده سبحانه وهو المستحق لان يحمد ويشكر / واشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له الملك العظيم الأكبر / الذي جعل لكل شئ وقـتا واجلاوقدر / واشهد ان محمدا عبده ورسوله الشافع المشفع في المحشر / اللهم صل وسلم على عبدك محمد وعلى آله واصحابه الذين اذهب الله عنهم الرجس وطهر /
اما بعد ، فيا ايها الناس اتقوا الله تعالى / واعلوا ان يومكم هذا يسمى يوم الجوائز / فيرجع فيه من المصلى كل بما قسم له فائز / فالمحسنون يجدون في صحافهم العز والكرامة / والمذنبون يجدون الخيـبة والندامة.

Sdr. Kaum muslimin muslimat siding id yang berbahagia.
Marilah kita senantiasa bertakwa kepada Allah dengan menjalankan semua perintah Nya dan menjauhi semua larangan Nya.
Allahu akbar 3x walillahil hamd.
Saudara kaum muslimin muslimat siding Id yang berbahagia.
Pada hari ini marilah kita bersyukur kepada Allah dengan datangnya hari raya idul fitri, hari yang sangat berbahagia bagi kita kaum muslimin. Sbb mrpkn hari kemenangan dimana kita semua selama sebulan penuh telah berhasil menunaikan ibadah puasa dengan sempyurna. Bahkan bersamaan dengan itupula kita telah berhasil memerangi hawa nafsu dan syahwat, menjauhi segala kemaksiatan spt berdusta, menggunjing orang, menipu menghasud, dengki dll. dari semua perbuatan yang tercela. Sebaliknya selama satu bulan itu kita telah berhasil meningkatkan amal saleh, menjalankan solat tarawih, tahajud, bertadarrus, memperbanyak sedekah dll dari amal yang terpuji dan mulia.
Hari ini kita sebut hari kemenangan, krn kepulangan kita dari tempat ini menuju rumah masing2 akan membawa pahala yang dibagikan oleh Allah.
Orang2 yang telah berbuat kebajikan, mrk akan memperoleh di dalam buku catatannya keluhuran dan kemuliaan. Sedang orang2 yang berbuat dosa, mrk juga akan memperoleh di dalam buku catatannya kerugian dan penyesalan..
Dari Ibnu Abbas ra. Di dalam hadis yang marfu’ ada disebutkan sbb:
اذا كان يوم العيد الفطر هبطت الملائكة الى الأرض في كل بلد فيقفون على افواه السكك ينادون بصوت يسمعه جميع من خلق الله الا الجن والانس. يا امة محمد ، اخرجوا الى رب كريم . يعطي الجزيل ويغفر الذنب العظيم ، فإذا برزوا الى مصلاهم ، قال الله عز وجل : يا ملائكتي ما جزاء الأجير اذا عمل عمله؟ فيقولون : الهنا ان توفـيه اجره ، فيقول : اشهدكم اني جعلت ثوابهم من صيامهم رضائى ومغفرتى ويقول : سلونى فوعزتي وجلالي لاتسئلوني شيئا فـي جمعكم هذا لآخرتكم الا اعطيتكموه ولا لدنياكم الا نظرت لكم ،
انصرفوا مغفورا قد ارضيتموني ورضيت عنكم
Apabila telah datang hari raya maka turunlah para malaikat ke bumi ti tiap Negara. Lalu mrk berhenti di setiap ujung jalan seraya berseru dengan suara yang dapat didengar oleh setiap makhluk Allah kecuali jin dan manusia.: hai umat nabi Muhammad, keluarlah kalian untuk menghadap[ tuhan yang maha pemurah, yang memberi kenikmaytan dan mengampuni dosa besar. Pd waktu itu apabila mrk keluar menuju ke tempat sholat hari raya, maka Allah berfirman: hai malaikatku, apa balasan buruh bila ia telah mengerjakan pekerjaannya? Para malaikta menjawab: wahai Tuhan kami, sempurnakanlah pahalanya. Lalu Allah berfirman: sekarang aku saksikan kepadamu sekalian, sesungguhnya aku jadikan keridoan dan pengampunan ku sebagai pahala mereka dalam menjalankan ibadah puasa dan solat mereka. Allah berfirman lagi: mintalah kalian kepada ku. Demi keagungan dan keluhuranKu pada hari ini, kamu sekalian tidak minta kepada ku perkara apa saja yang berguna bagi akhirat kalian kecuali Aku pasti memberinya. Sekarang bubarlah kalian dengan m,embawa ampunan krn kalian telah rido mengikuti perintahKu dan begitu pula Aku rido kepada kalian.
Allahu akbar 3x walillahil hamd.
Saudara kaum muslimin muslimat siding Id yang berbahagia.
Di dalam hari raya Idul Fitri ini kita kaum muslimin diwajibkan mengeluarkan zakat fitrah. Baik laki2 maupun wanita, merdeka atau budak belian, besar atau kecil. Semuanya diwajibkan mengeluarkan zakat fitrah sebanyak kurang lebih 2.5 kg berupa beras. Bagi anak2 atau budak belian, maka orang tua atau majikannyalah yang wajb mengeuarkan zakatnya.
Kewajiban mengeluarkan zakat fitra ini adalah manifestasi dari rasa social kita kepada fakir miskin yang hidupnya selalu dalam kesulitan. Kalau dalam suasana yang gembira dan bahagia ini kita tidak mau peduli dengan nasib mrk, maka sungguh kasihan mereka. P[adalah agama islam diturunkan kepada kita ini tiada lain adalah untuk menuntun kita ke jalan yang lurus dan terpuji. Jalan yang benar dan diridoi. Saling tolong menolong dalam perbuatan baik.
Allah berfirman (al Maidah: 2)
Dan bertolong menolonglah dalam kebaikan dan taqwa, dan jangan bertolong menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan. Bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah maha pedih siksanya.
Oleh sbb itu, Allah mewajibkan zakat fitrah kepada seluruh umat Islam yang mempunyai kelebihan jatah makan untuk sehari semalam pada hari raya itu bagi dirinya sendiri dan orang yang menjadi tanggungannya.
Rasulullah saw bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim yang bersumber dari Ibnu Umar ra:
فرض رسول الله ص.م. زكاة الفطر من رمضان على الناس صاعا من شعير على كل حر او عبد ذكر او انـثى.
Rasulullah saw telah mewajibkan zakat fitrah pada bulan Ramadhan satu sha’ dari kurma atau satu sha’ dari gandum kepada setiap orang merdeka atau budak belian, laki2 atau perempuan.
Allahu akbar 3x walillahil hamd.
Saudara kaum muslimin muslimat siding Id yang berbahagia.
Sebagaimana fungsi zakat adalah untuk membersihkan harta benda yang kita miliki, maka fungsi zakat fitrah pun untuk membersihkan diri kita dari segala noda. Artinya dengan zakat fitrah kita dibersihkan dari sifat2 yang keji dan kotor, baik sifat kikir, tamak, sombong, dengki dll dari semua sifat2 yang tercela. Maka berbahagialah kita krn kita telah dapat menyelesaikan ibadah puasa kita elama satu bulan penuh, solat tarawih, berdzikir tengah malam dan kemudian di akhir bulan puasa kita keluarkan zakat fitrah.
Allah berfirman dl Al a’la : 14-15
Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman) dan dia ingat kepada Tuhan nya, lalu dia shalat.
Sedemikian besar faedah zakat fitrah ini sehingga Allah menggantungkan diterimanya ibadah puasa itu bila orang sdh membayarkan zakat fitrahnya.
Rasulullah bersabda:
صوم رمضان معلق بين السماء والأرض ولا يرفع الا بزكاة الفطر
Puasa Ramadhan tergantng diantara langit dan bumi dan tidak diangkat menghadap Allah kecuali dengan zakat fitrah. HR Abu Hafs.
Maksud hadis ini adalah bhw puasa Ramadhan yang telah dikerjakan satu bulan itu tidak bakal diterima Allah sebelum dikeluarkan zakat fitrahnya.
Allahu akbar 3x walillahil hamd.
Saudara kaum muslimin muslimat siding Id yang berbahagia.
Sesuai dengan kebesaran hari raya idul fitri ini., maka Allah telah menghalalkan kepada kita sekalian untuk makan dan minum, sebaliknya pada hari ini kita dilarang berpuasa.
Oleh sbb itu marilah kita bersyukur kepada Allah serta meningkatkan ketaqwaan kepada Nya, dengan memperbanyak amal kebaikan. Sebagaimana yang telah biasa kita lakukan marilah kita saling bermaaf2an diantara kita atau dengan orang yang selama ini bermusuhan, marilah kita bersilaturahim dengan saling kunjung mengunjungi, berziarah kepada orang tua, kepada para guru, para panisepuh, dan orang2 yang perlu kita ziarahi. Mari kita pererat tali persaudaraan sesame umat Islam, kita hapus segala bentuk perselisihan, kemudian kita ganti dengan saling kasih saying, sehingga benar2 terasalah makna hari raya idul fitri yang kita sambut hari ini.
Tersebut dalam sebuah hadis, bhw Rasul telah bersabda:
ثلاث من كن فيه حسبه الله حسابا يسيرا ، وادخله الله الجنة برحمته ، قالوا : وما هن يا رسول الله؟ قال: تعطي من حرمك ، وتصل من قطعك ، وتعفوا عمن ظلمك ، فإذا فعلت ذلك تدخل الجنة .
Ada 3 perkara, brsp mau mengamalkannya, niscaya Allah akan menghisabnya dengan hisab yang ringan, dan memasukkannya ke dalam surga dengan rahmatnya . para sahabat bertanya ya rasulullah, apa 3 perkara itu? Beliau menjawab: Kamu mau memberi kepada orang yang tidak pernah memberimu, kamu menyambung tali persaudaraan dengan orang yang telah memutuskan tali persaudaraan dengan mu, kamu mau memberi maaf kepada orang yang telah menganiayamu. Jika kamu telah berbuat spt itu, niscaya kamu bakal masuk surga.
Allahu akbar 3x walillahil hamd.
Saudara kaum muslimin muslimat siding Id yang berbahagia.
Tadi malam semalam suntuk kita telah menyambut hari raya dengan takbir, tasbih dan tahmid. Pertanda Bulan Ramadhan yang penuh berkah telah kita lampaui. Kita sekarang berada di bulan Syawal 1429 H. Tentu saja suasananya telah berubah, tidak spt di bulan Ramadhan. Oleh krn itu kita hrs waspada. Jangan sampai kegiatan beribadah yang selama bulan Ramadhan telah kita tekuni itu lalu menjadi kotor kembali. Kalau di bulan Ramadhan giat bangun malam untuk solat tahajud, maka kegiatan itu jangan lalu kita hentikan. Akan tetapi hrs kita tingkatkan, termasuk pula ibadah2 lainnya. Sebab bukanlah termasuk orang beruntung jika prosentase ibadahnya semakin hari menjadi semakin menurun.
Mudah2an Allah SWT memmberikan kekuatan iman dan islam untuk menjalankan perintah2Nya dan mmenjauhi larangan2nya, sehingga kita menjadi hambanya yang pandai bersyukur. Amin.
جعلنا الله واياكم من العائدين الفائزين السائلين الغانمين المقبولين . وادخلنا واياكم فى زمرة عباده الصالحين، اعوذ بالله من الشيطان الرجيم ، واما من خاف مقام ربه ونهى النفس عن الهوى ، فإن الجنة هي المأوى
وقل رب اغفر وارحم وانت خير الراحمين

***

MUHAMMADIYAH




Oleh : Nono Warsono
Mahasiswa PPS STAIN Cirebon
Konsentrasi Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (A)

1. Pendahuluan
Perkembangan organisasi gerakan Islam di Indonesia tumbuh dan berkembang sejak dari negeri ini belum mencapai kemerdekaan secara fisik sampai pada masa reformasi sekarang ini. Perkembangannya, bahkan, kian pesat dengan dilakukannya tajdid (pembaharuan) di masing-masing gerakan Islam tersebut. Salah satu organisasi gerakan Islam itu adalah Muhammadiyah. Muhammadiyah adalah sebuah organisasi Islam yang besar di Indonesia. Bahkan merupakan gerakan kemanusiaan terbesar di dunia di luar gerakan kemanusiaan yang dilaksanakan oleh gereja, sebagaimana disinyalir oleh seorang James L. Peacock . Di sebahagian negara di dunia, Muhammadiyah memiliki kantor cabang internasional (PCIM) seperti PCIM Kairo-Mesir, PCIM Republik Islam Iran, PCIM Khartoum–Sudan, PCIM Belanda, PCIM Jerman, PCIM Inggris, PCIM Libya, PCIM Kuala Lumpur, PCIM Perancis, PCIM Amerika Serikat, dan PCIM Jepang. PCIM-PCIM tersebut didirikan dengan berdasarkan pada SK PP Muhammadiyah . Di tanah air, Muhammadiyah tidak hanya berada di kota-kota besar, tapi telah merambah sampai ke tingkat kecamatan di seluruh Indonesia, dari mulai tingkat pusat sampai ke tingkat ranting.
Nama organisasi ini diambil dari nama Nabi Muhammad SAW, yang berarti bahwa Warga Muhammadiyah menjadikan segala bentuk tindakan, pemikiran dan prilakunya didasarkan pada sosok seorang Rasulullah, Nabi Muhammad SAW. Nabi dijadikannya model (uswah al hasanah), yang sebenarnya tidak hanya bagi warga Muhammadiyah tetapi juga seluruh umat Islam bahkan bagi warga non-muslim—kaum yang tidak mempercayainya sebagai rasul—sekalipun.
Muhammadiyah sebagai gerakan Islam memiliki cita-cita ideal yang dengan sungguh-sungguh ingin diraih, yaitu mewujudkan “masyarakat Islam yang sebenar-benarnya”. Dengan cita-cita yang ingin diwujudkan itu, Muhammadiyah memiliki arah yang jelas dalam gerakannya, sebagaimana dikemukakan oleh DR. Haedar Nashir dalam makalah Muhammadiyah dan Pembentukan Masyarakat Islam (Bagian I, 2008).
Organisasi Islam Muhammadiyah tumbuh makin dewasa bersama organisasi Islam besar lainnya sekelas Nahdlatul Ulama (NU), merambah ke segala bentuk kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan tetap mengedepankan kepentingan umat dari segi sosial-budaya, ekonomi, kesehatan dan pendidikan. Namun demikian, Muhammadiyah tetap selalu melakukan tajdid dalam aspek ruh al Islam (jiwa keislamannya).

2. Pendiri Muhammadiyah
Organisasi Islam Muhammadiyah yang kini lebih dikenal dengan sebutan Persyarikatan Muhammadiyah, didirikan oleh Muhammad Darwis—yang kemudian dikenal dengan nama K.H. Ahmad Dahlan—di Kauman Yogyakarta, pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H / 18 Nopember 1912. Beliau adalah pegawai kesultanan Kraton Yogyakarta sebagai seorang Khatib dan sebagai pedagang. Melihat keadaan ummat Islam pada waktu itu dalam keadaan jumud, beku dan penuh dengan amalan-amalan yang bersifat mistik, beliau tergerak hatinya untuk mengajak mereka kembali kepada ajaran Islam yang sebenarnya berdasarkan Qur`an dan Hadist.
Pada masa kepemimpinan KH. Ahmad Dahlan (1912-1922), daerah pengaruh Muhammadiyah masih terbatas di karesidenan Yogyakarta, Surakarta, Pekalongan, dan Pekajangan. Selain Yogya, cabang-cabang Muhammadiyah berdiri di kota-kota tersebut pada tahun 1922. Pada tahun 1925, Abdul Karim Amrullah membawa Muhammadiyah ke Sumatera Barat dengan membuka cabang di Sungai Batang, Agam. Dalam tempo yang relatif singkat, arus gelombang Muhammadiyah telah menyebar ke seluruh Sumatera Barat, dan dari daerah inilah kemudian Muhammadiyah bergerak ke seluruh Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan. Pada tahun 1938, Muhammadiyah telah tersebar keseluruh Indonesia.
KH A Dahlan memimpin Muhammadiyah dari tahun 1912 hingga tahun 1922 dimana saat itu masih menggunakan sistem permusyawaratan rapat tahunan. Pada rapat tahun ke 11, Pemimpin Muhammadiyah dipegang oleh KH Ibrahim yang kemudian memegang Muhammadiyah hingga tahun 1934. Rapat Tahunan itu sendiri kemudian berubah menjadi Konggres Tahunan pada tahun 1926 yang di kemudian hari berubah menjadi Muktamar tiga tahunan dan seperti saat ini Menjadi Muktamar 5 tahunan.
Di samping itu, Muhammadiyah juga mendirikan organisasi untuk kaum perempuan dengan Nama 'Aisyiyah yang disitulah Istri KH. A. Dahlan, yakani Nyi Walidah Ahmad Dahlan berperan serta aktif dan sempat juga menjadi pemimpinnya.
Daftar Pimpinan Muhammadiyah Indonesia sejak berdirinya sampai sekarang, yang dapat penulis susun adalah:
• KH Ahmad Dahlan 1912-1922
• KH Ibrahim 1923-1934
• KH Hisyam 1935 - 1936
• KH Mas Mansur 1937 - 1941
• Ki Bagus Hadikusuma 1942 - 1953
• Buya AR Sutan Mansur 1956
• H.M. Yunus Anis 1959
• KH. Ahmad Badawi 1962 - 1965
• KH. Faqih Usman 1968
• KH. AR Fachruddin 1971 - 1985
• KHA. Azhar Basyir, M.A. 1990
• Prof. Dr. H. M. Amien Rais 1995
• Prof. Dr. H.A. Syafii Ma'arif 1998 - 2005
• Prof. Dr. HM Din Syamsuddin 2005 - 2010

3. Beberapa Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah
Sebagaimana disebutkan pada bagian pendahuluan di atas bahwa persyarikatan Muhammadiyah merupakan organisasi yang memiliki cita-cita ideal yaitu mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Hal itu sesuai dengan apa yang termaktub dalam Anggaran Dasar Muhammadiyah, Pasal 6 Maksud dan Tujuan: "Maksud dan tujuan Muhammadiyah ialah menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya". Dengan cita-cita yang ingin diwujudkan itu, Muhammadiyah memiliki arah yang jelas dalam gerakannya (yakni dalam bentuk amal usaha, program, dan kegiatannya).
Untuk mencapai maksud dan tujuan itu, Muhammadiyah melaksanakan Da’wah Amar Ma’ruf Nahi Munkar dan Tajdid yang diwujudkan dalam usaha di segala bidang kehidupan . Agar dalam pelaksanannya tidak terjadi gesekan dan benturan yang dapat mengancam kesatuan umat, walaupun gesekan dan benturan pasti ada, namun diupayakan untuk diminimalisir. Maka diperlukan adanya pemikiran-pemikiran yang komprehensif di kalangan cendekiawan Muslim Muhammadiyah dan gerakan-gerakan yang nyata amaliyahnya.
Namun dalam perjalanannya terjadi banyak varian pemikiran. Konteks sosial diklaim menjadi penyebab munculnya varian pemikiran dalam Muhammadiyah. Ini terjadi dikarenakan Muhammadiyah memang banyak bergerak dalam bidang sosial; baik pendidikan, kesehatan, panti sosial yatim piatu, dll. Dalam Muhammadiyah, seperti dalam pengantar Muhajir Effendy dan Din Syamsuddin pada acara Kolokium Nasional Kaum Muda Muhammadiyah pada tanggal 11-13 Februari 2008 di Universitas Muhammadiyah Malang, dinyatakan bahwa pemikiran-pemikiran dalam Muhammadiyah itu sangat variatif; ada yang sekte ulama, sekte cendekiawan, sekte pelayan, dan sekte penggembira. Keempat-empat berkembang dan ada pengikutnya masing-masing. Oleh sebab itu melihat Muhammadiyah hanya satu sekte saja sebenarnya agak kurang proporsional. Melihat Muhammadiyah, karena itu, mestinya menyeluruh keempat sekte tersebut, sekalipun dikatakan paling banyak sebenarnya sekte penggembira dan pelayan, bukan ulama maupun cendekiawan.
Hal yang paling penting untuk kasus ini adalah bahwa semua varian pemikiran Islam itu merupakan proses pembaharuan (Tajdid) dan akan menjadi bahan pembaharuan di masa datang yang memang dihormati dalam khazanah persyarikatan Muhammadiyah. Azyumardy Azra, mensinyalir bahwa pembaruan pemikiran modern Islam abad ke-20 sebenarnya tidak jauh berbeda dengan gerakan pembaruan abad sebelumnya. Sebagian besar berkonsentrasi pada seruan untuk kembali pada alquran dan sunnah (hadits), ketaatan pada syariah. Jika bisa dikategorikan dalam tipologi maka ada pemikiran pra-modern, modernisme, puritanisme, neo-tradisionalisme, sufisme, neo-sufirmse, fundamentalisme dan isme-isme yang lainnya. Gerakan pembaruan sebelum abad ke-20 juga mengambil tipologi yang hampir sama, yakni ada neo-sufisme, radikalisme (seperti Kaum Padri) dan puritanisme. (Azya, 1990: 11). Pemikiran-pemikiran itu dibenarkan sepanjang dimaksudkan untuk menegakkan syariah Islamiyah, memperkokoh ukhuwah, menyempurnakan aqidah, meningkatkan semangat sosial, dan memperbiki metodologi pelanyanan umat dan amal usaha Muhammadiyah, baik bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial.
Kini Muhammadiyah makin dewasa dan arif dalam menyikapi tuntutan umat. Itulah sebabnya mengapa setiap lima tahun sekali diadakan muktamar Muhammadiyah sebagai wahana mempertemukan dan mempersatukan pemikiran-pemikiran yang berkembang di masyarakat terutama warga Muhammadiyah.
Dalam perkembangannya, Muhammadiyah sebagai organisasi sosial keagamaan, oleh M. Syamsuddin dikatakan sebagai organisasi yang demikian hidmat dalam masalah amal (perbuatan nyata) seperti membangun sekolah, rumah sakit, panti asuhan, sehingga agak kurang memberikan perhatian serius pada pembaruan pemikiran (tajdid), sebagai sebuah konsekuensi dari organisasi yang berusaha menterjemahkan tesis-tesis pembaruan pemikiran yang telah mendahuluinya. Dari sana Muhammadiyah akhirnya (a) terpusat perhatiannya pada amal dakwah, sehingga kurang perhatiannya pada perkembangan pemikiran, yang berakibat pada munculnya (b) kegersangan intelektual, sebagai refleksi atas tesis-tesis pembaruan pemikiran yang pernah muncul atau sebagai evaluasi terhadap amal dakwah yang diselenggarakan, hal ini berakibat pula pada (c) membawa amal dakwah Muhammadiyah berlangsung dalam rutinitas dan berada di luar ide dasar penyelenggaraan, hal ini berakibat pula pada (d) kurang efektifnya Muhammadiyah sebagai gerakan reformasi (pembaru) Islam. Mobilisasi yang relatif besar dari Muhammadiyah untuk menyelenggarakan berbagai bentuk amal usaha dakwah dewasa ini agak kurang memiliki signifikansi bagi tuntutan terjadinya rekulturisasi” Islam Indonesia. Padahal, jika amal usaha dakwah Muhammadiyah dibarengi dengan penguatan pembaruan pemikiran dalam Muhammadiyah, sungguh akan lain dampaknya. Inilah yang sebenarnya menjadi bagian penting dari masa depan Muhammadiyah yang memiliki banyak amal usaha dakwah dan jamaah yang relatif besar dibanding dengan ormas Islam lainnya. Tentu, Muhammadiyah tidak boleh mengabaikan peran-peran dari kelompok (organisasi Islam) lainnya, tetapi Muhammadiyah juga tidak boleh berhenti dengan menyatakan organisasi Islam lain lebih maju atau kurang berperan di tanah air. (Din Syamsuddin, 1990: vii)
Muhammadiyah, sebagai gerakan keagamaan yang berwatak sosio kultural, dalam dinamika kesejarahannya selalu berusaha merespon berbagai perkembangan kehidupan dengan senantiasa merujuk pada ajaran Islam (al-ruju‘ ila al-Qur’an wa as-Sunnah al-Maqbulah). Di satu sisi sejarah selalu melahirkan berbagai persoalan dan pada sisi yang lain Islam menyediakan referensi normatif atas perbagai persoalan tersebut. Orientasi kepada dimensi ilahiah inilah yang membedakan Muhammadiyah dari gerakan sosio kultural lainnya, baik dalam merumuskan masalah, menjelaskannya maupun dalam menyusun kerangka operasional penyelesaiannya. Orientasi inilah yang mengharuskan Muhammadiyah memproduksi pemikiran, meninjau ulang dan merekonstruksi manhaj-nya.
Seiring dengan perubahan nama Majelis Tarjih menjadi Majelis Tarjih dan Pengembangan Pemikiran Islam, pada 2000 telah dirumuskan manhaj yang lebih komprehensif dengan menggunakan berbagai pendekatan, pendckatan bayani, burhani, dan irfani. Pendckatan bayani merupakan pendekatan yang menempatkan nash sebagai sumbcr kebenaran dan sumber norma untuk bertindak, sementara aka1 hanya mcncmpati kedudukan yang sekunder dan berfungsi menjelaskan dan menjustifikasi nash yang ada. Pendekatan ini lebih didominasi oleh penafsiran gramatikal dan semantik. Dalam pandangan Muhamniadiyah, pendekatan ini masih diperlukan dalam rangka menjaga komitmennya 'kembali ke Al-Qur'an dan As-Sunnah (Djamil. 2005).
Pendekatan burhani merupakan pendekatan yang rnengandalkan rasio dan pengalaman empiris sebagai sumber kebenaran dan sumber norma bertindak. Dengan demikian pendekntan ini lebih difokuskan pada pendekatan yang rasional dan argumentatif, berdasarkan dalil logika, dan tidak hanya merujuk pada teks, namun juga konteks. Pendekatan burhani diperlukan Muhammadiyah dalam memahami dan menyelesaikan masalah-masalah yang termasuk al umur al dunyawiyah (urusan dunia), untuk tercapainya kemaslahatan manusia. Belajar dari khazanah sejarah Islam, pemaduan antara pendekatan bayani dan burhani tidak banyak menimbulkan masalah. Sejak zaman klasik upaya pemaduan telah dicoba dilakukan, misalnya oleh al-Gazzali yang mengenalkan mantik (logika Aristoteles) ke dalam usul fikih untuk menggantikan dasar-dasar epistemologi kalam yang biasa digunakan ahli-ahli usul fikih, dan mengenalkan teori maslahat dan metode munasabah dengan konsep pokok tentang spesies illat (nau' al illah) dan genus illat jins al illah, serta spesies hukum (nau' al hukm) dan genus hukum jins al hukm, (Anwar, 2005).
Pendeltatan 'irfani adalah pendeltatan pemahaman yang bertumpu pada instrumen pengalaman batin: dzauq, qalb, wijdan, dan ilham. Pengetahuan yang diperoleh melalui pendekatan ini biasanya disebut pengetahuan dengan kehadiran (hudhuri), suatu pengetahuan yang berupa inspirasi langsung yang dipancarkan Allah ke dalam hati orang yang jiwanya selalu bersih. Pendekatan 'irfani, walaupun ada kritikan, karena antara lain melahirkan tradisi sufi yang tidak dikenal dalam Muhammadiyah, bagaimanapun ada gunanya. Intuisi dapat menjadi sumber awal bagi pengetahuan, setidaknya menjadi sumber inspirasi pencarian hipotesis. Dalam pengamalan agama dan dalam mengembangkan sikap terhadap orang lain, hati nurani dan qalbu manusia dapat menjadi sumber bagi kedalaman penghayatan keagamaan, kekayaan rohani, dan kepekaan batin. Sedangkan bagi ijtihad hukum, intuisi dan kalbu manusia dapat menjadi sumbcr pencarian hipotesis hukum, dan pembuktian akhir terletak pada bukti-bukti bayani dan burhani (Anwar, 2005).
Ketiga pendekatan di atas, bayani, burhani, dan 'irfani, telah dijadikan pedoman bagi warga Muhammadiyah dalam berpiltir, terutama dalam memahami dan menyelesaikan masalah-masalah muamalah duniawiah .
Sebagai produk pemikiran dan gerakan Islam Muhammadiyah itu, maka muncullah apa yang disebut Himpunan Putusan Tarjih (HPT), Putusan Muktamar Muhammadiyah, Pembaharuan Strategi Da'wah Muhammadiyah, Pembaharuan Diklitbang manajemen Muhammadiyah, dan pemantapan keyakinan warga Muhammadiyah.
Pemikiran-pemikiran yang menjadi alat pendewasaan Muhammadiyah dalam segala bentuk usahanya diwujudkan dalam penerapan amal usaha, program dan kegiatan yang meliputi :
1. Menanamkan keyakinan, memperdalam dan memperluas pemahaman, meningkatkan pengamalan, serta menyebarluaskan ajaran Islam dalam berbagai aspek kehidupan.
2. Memperdalam dan mengembangkan pengkajian ajaran Islam dalam berbagai aspek kehidupan untuk mendapatkan kemurnian dan kebenarannya.
3. Meningkatkan semangat ibadah, jihad, zakat, infak, wakaf, shadaqah, hibah, dan amal shalih lainnya.
4. Meningkatkan harkat, martabat, dan kualitas sumberdaya manusia agar berkemampuan tinggi serta berakhlaq mulia.
5. Memajukan dan memperbaharui pendidikan dan kebudayaan, mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, serta meningkatkan penelitian.
6. Memajukan perekonomian dan kewirausahaan ke arah perbaikan hidup yang berkualitas
7. Meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
8. Memelihara, mengembangkan, dan mendayagunakan sumberdaya alam dan lingkungan untuk kesejahteraan.
9. Mengembangkan komunikasi, ukhuwah, dan kerjasama dalam berbagai bidang dan kalangan masyarakat dalam dan luar negeri.
10. Memelihara keutuhan bangsa serta berperan aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
11. Membina dan meningkatkan kualitas serta kuantitas anggota sebagai pelaku gerakan.
12. Mengembangkan sarana, prasarana, dan sumber dana untuk mensukseskan gerakan.
13. Mengupayakan penegakan hukum, keadilan, dan kebenaran serta meningkatkan pembelaan terhadap masyarakat.
14. Usaha-usaha lain yang sesuai dengan maksud dan tujuan Muhammadiyah
Sehingga secara garis besar, perwujudan pemikiran-pemikiran tersebut dapat dikelompokkan menjadi beberapa amal usaha, antara lain yaitu : da'wah amar ma'ruf nahi munkar, amal usaha bidang pendidikan, amal usaha bidang sosial, amal usaha bidang kesehatan, dan lain-lain.
Dalam da'wahnya, Muhammadiyah selalu menekankan amar ma'ruf nahi munkar (menyeru kepada perbuatan yang benar lagi baik dan mencegah segala bentuk kemungkaran) di lingkungan masyarakat, beraqidah dan mengajak kepada aqidah Islam, dan bersumber pada Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah SAW. Untuk menyamakan gerak langkah dalam da'wah, para da'i Muhammadiyah berpedoman pada putusan tarjih sebagai hasil proses analisis dalam menetapkan hukum dengan menetapkan dalil yang lebih kuat (rajih), lebih tepat analogi dan lebih kuat mashlahatnya. Putusan tarjih itu dihasilkan oleh Majelis Tarjih yaitu lembaga ijtihad jama‘i (organisatoris) di lingkungan Muhammadiyah yang anggotanya terdiri dari orang-orang yang memiliki kompetensi ushuliyyah dan ilmiah dalam bidangnya masing-masing.

4. Beberapa Hasil Yang Dicapai Muhammadiyah di Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Soaial
Gerak langkah organisasi Muhammadiyah dalam amal usahanya telah banyak dirasakan oleh berbagai kalangan. Hal ini diakui, terutama oleh pemerintah, sangat membantu pemberdayaan dan kondisi masyarakat luas saat ini. Dalam bidang pendidikan misalnya, hingga tahun 2000 ormas Islam Muhammadiyah telah memiliki 3.979 taman kanak-kanak, 33 taman pendidikan Alquran, 6 sekolah luar biasa, 940 sekolah dasar, 1.332 madrasah diniyah/ibtidaiyah, 2.143 sekolah lanjutan tingkat pertama (SMP dan MTs), 979 sekolah lanjutan tingkat atas (SMA, MA, SMK), 101 sekolah kejuruan, 13 mualimin/mualimat, 3 sekolah menengah farmasi, serta 64 pondok pesantren. Dalam bidang pendidikan tinggi, hingga tahun ini Muhammadiyah memiliki 36 universitas, 72 sekolah tinggi, 54 akademi, dan 4 politeknik (Data Cahgemawang, 2009). Nama-nama seperti Bustanul Athfal/TK Muhammadiyah, SD Muhammadiyah, SMP Muhammadiyah, SMA Muhammadiyah, SMK Muhammadiyah, dan Universitas Muhammadiyah bermunculan di berbagai daerah.
Dalam amal usaha bidang kesehatan, Muhammadiyah telah dan terus mengembangkan layanan kesehatan masyarakat, sebagai bentuk kepedulian. Balai-balai pengobatan seperti rumah sakit PKU (Pembina Kesejahteraan Umat) Muhammadiyah, yang pada masa berdirinya Muhammadiyah bernama PKO (Penolong Kesengsaraan Oemat), kini mulai meningkat baik kuantitas maupun kualitasnya. Berdasarkan buku Profil dan Direktori Amal Usaha Muhammadiyah & ‘Aisyiyah Bidang Kesehatan pada tahun 1997, sebagai berikut:
1. Rumah sakit berjumlah 34
2. Rumah bersalin berjumllah 85
3. Balai Kesehatan Ibu dan Anak berjumlah 50
4. Balai Kesehatan Masyarakat berjumlah 11
5. Balai Pengobatan berjumlah 84
6. Apotek dan KB berjumlah 4
7. Institusi Pendidikan berjumlah 54
Pada tahun 2009 diperkiran jumlah fisik balai pengobatan Muhammaiyah lebih banyak lagi seiring dengan makin berkembangnya usaha-usaha yang diselenggarakan oleh persyarikatan Muhammadiyah.
Adapun Muhammadiyah sebagai organisasi yang bergerak di bidang sosial, telah mendirikan lembaga amal usaha sosial dalam bentuk panti sosial Muhammadiyah, sebagai wujud kepedulian persyarikatan Muhammadiyah dalam menghadapi permasalahan kemiskinan, pembodohan dan meningkatnya jumlah anak yatim piatu dan anak terlantar. Dalam hal ini Muhammdiyah terinspirasi dan berpijak pada QS Al-Ma'un. Panti sosial Muhammadiyah sebagai lembaga pelayanan di masyarakat, memiliki perangkat dan sistem serta mekanisme pelayanan yang diharapkan akan lebih menjamin efektifitas pelayanan.
Selanjutnya dalam bidang kesejahteraan sosial ini, hingga tahun 2000 Muhammadiyah telah memiliki 228 panti asuhan yatim, 18 panti jompo, 22 balai kesehatan sosial, 161 santunan keluarga, 5 panti wreda/manula, 13 santunan wreda/manula, 1 panti cacat netra, 38 santunan kematian, serta 15 BPKM (Balai Pendidikan Dan Keterampilan Muhammadiyah).
Forum Panti Sosial Muhammadiyah-Aisyiyah (Forpama) yang dibentuk untuk Periode 2007 s.d 2010, sejak diberikan tanggungjawab, terus melakukan berbagai macam terobosan dan langkah-langkah strategis untuk menjadikan panti sosial Muhammadiyah-Aisyiyah sebagai lembaga profesionalisme, prima dalam kualitas pelayanan dan memiliki keteguhan komitmen dalam pembinaan anak-anak asuh panti sosial Muhammadiyah-Aisyiyah yang berjumlah lebih dari 22.000 anak se-Indonesia dari 351 kelembagaan Panti Sosial Muhammadiyah-Aisyiyah (Direktori Forpama, 2008). Dengan demikian anak asuh Panti Sosial Muhammadiyah-‘Aisyiyah menjadi labor kader utama guna membangun sumber daya insani yang berkualitas di Persyarikatan Muhammadiyah. Demikian pula hasil-hasil amal usaha yang lain yang telah dicapai oleh persyarikatan Muhammadiyah, seperti bidang tarjih, ekonomi, dll.

5. Penutup
Sebagai sebuah gerakan Islam yang lahir pada tahun 1912 Masehi dan kini hampir memasuki usia 100 tahun, telah banyak yang dilakukan oleh Muhammadiyah bagi masyarakat dan bangsa Indonesia secara luas. Sehingga harus diakui bahwa Muhammadiyah memiliki kontribusi dan perhatian yang cukup besar dalam dinamika kehidupan masyarakat Indonesia. Dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah untuk menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Persyarikatan Muhammadiyah telah menempuh berbagai usaha meliputi bidang dakwah, sosial, pendidikan, ekonomi, politik, dan sebagainya, yang secara operasional dilaksanakan melalui berbagai institusi organisasi seperti majelis, badan, dan amal usaha yang didirikannya.
Peningkatan jumlah yang demikian spektakuler tidak dapat menutup kenyataan lain di seputar perkembangan amal usaha Muhammadiyah, yaitu kualitas amal usaha tersebut. Harus diakui, amal usaha Muhammadiyah untuk hal kualitas mengalami dua masalah sekaligus. Pertama, keterlambatan pertumbuhan kualitas dibandingkan dengan penambahan jumlah yang spektakuler. Kedua, ketidakmerataan pengembangan mutu lembaga pendidikan. Oleh karenanya, untuk membenahi masalah ini, kehadiran kontribusi pemikiran dan gerakan nyata dari berbagai kalangan mutlak diperlukan. Ingat, Muhammadiyah adalah gerakan sosial yang kepedualiannya ditunggu masarakat luas.
Muhammadiyah difahami, bahwa demikian banyak empowerment measures (ukuran pemberdayaan) atau centennial revitalizating (revitalisasi ultahnya yang ke 100 tahun) yang harus dilaksanakan oleh gerakan transformasi ini. Revitalisasi di bidang theologi, ideology, pemikiran, organisasi, kepemimpinan, amal usaha dan aksi, semuanya diletakkan dalam konteks pemahaman kembali akan tujuan membangun umat.
Akhirnya, sebagai organisasi sosial keagamaan, Muhammadiyah perlu kita dukung, meski organisasi kita berbeda. Terlebih Muhammadiyah sebagai gerakan, dalam mengikuti perkembangan dan perubahan, senantiasa mempunyai kepentingan untuk melaksanakan amar ma'ruf nahi-mungkar, serta menyelenggarakan gerakan dan amal usaha yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, sebagai usaha Muhammadiyah untuk mencapai tujuannya, yakni: "menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat utama, adil dan makmur yang diridlai Allah SWT.

***


DAFTAR BACAAN

Anonym. 1997. Profil & Direktori Amal Usaha Muhammadiyah & ‘Aisyiyah Bidang Kesehatan. Jakarta: Pusat Data Minaco Adv.
Azhar, M. 2005. Posmodernisme Muhammadiyah. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah
http://en.wikipedia.org/wiki/Muhammadiyah

http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia

http://philtar.ucsm.ac.uk/encyclopedia/indon/muham.html

http://www.muhammadiyah.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=22&Itemid=35

http://www.muhammadiyah.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=17&Itemid=74

http://www.muhammadiyah.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=14&Itemid=77

http://www.muhammadiyah.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=22&Itemid=35

http://www.muhammadiyah.or.id_PDF_POWERED_PDF_GENERATED

Maarif, Ahmad Syafii. 2007. Strategi Dakwah Muhammadiyah. Masa Lalu, Kini dan Masa Depan dalam Prespektif Kebudayaan. Yogyakarta.
Markus, Sudibyo. 2008. MUHAMMADIYAH-Dari Gerakan Pembaharuan ke Gerakan Amal Usaha. Adobe reader
PP Muhammadiyah. 2005. Tanfidz Keputusan Muktamar Muhammadiyah Ke 45. Malang.
Ricklefs, MC. 1991. A History of Modern Indonesia since c.1300- 2nd Edition. Stanford: Stanford University Press.


***